Waduh, Rumah Disebut Tempat Paling Rawan Penularan Corona

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
22 July 2020 16:05
A woman wearing a face mask walks by a board displaying the world banks' notes at a subway station in Seoul, South Korea, Thursday, May 28, 2020. South Korea’s central bank lowered its policy rate to an all-time low of 0.5% to soften the pandemic’s shock to the country’s trade-dependent economy, which it says may shrink for the first time in 22 years. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ahli epidemiologis Korea Selatan memaparkan fakta baru soal corona. Di mana, rumah, bisa jadi tempat paling rentan terinfeksi Covid-19.

Penelitian ini mengatakan seseorang lebih mungkin tertular virus dari anggota rumah tangga mereka sendiri, dibanding kontak di luar rumah.

Pernyataan ini merujuk penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada 16 Juli. Di mana ada 5.706 pasien positif dan mengkaji 59.000 orang yang berkontak dengan mereka.


Dari penelitian itu, ditemukan hanya dua dari 100 orang yang terinfeksi karena kontak dengan orang dari luar rumah. Sementara satu dari 10 yang tertular, berasal dari lingkaran keluarga sendiri.

Penelitian ini juga menunjukkan hasil tak terduga. Dari kelompok umur, tingkat infeksi di rumah, akan lebih tinggi ketika kasus pertama yang dikonfirmasi adalah remaja atau kelompok usia 60-70-han. ‚Ä®


"Ini mungkin karena kelompok usia ini lebih cenderung melakukan kontak dekat dengan anggota keluarga karena kelompok ini lebih membutuhkan perlindungan atau dukungan," kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) Jeong Eun-kyeong dan salah satu penulis penelitian dimuat Reuters.



Namun, penelitian ini tidak bisa menjelaskan lebih lanjut soal kasus pada anak-anak sembilan tahun ke bawah. Data yang dimiliki tidak cukup mengonfirmasi hipotesis itu.

Data untuk penelitian ini dikumpulkan ketika kasus pertama Covid-19 diidentifikasi di negara iitu pada 20 Januari hingga 27 Maret lalu. Serta menyebar secara eksponensial dan mencapai puncaknya.

KCDC telah melaporkan sedikitnya ada 45 infeksi baru pada hari Senin (20/7/2020). Ini menjadikan total kasus di negara itu menjadi 13.816 dengan 296 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading