Internasional

Wow! Korea Gelar Turnamen Golf Internasional di Tengah Corona

Lifestyle - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
14 May 2020 14:29
People line up to buy face masks outside a department store in Seoul, South Korea, Friday, Feb. 28, 2020. Countries take harsh containment steps as a new virus spreads. (AP Photo/Lee Jin-man)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan menggelar pertandingan golf internasional khusus wanita 'Kejuaraan KLPGA' pertamanya sejak pandemi virus corona (COVID-19) mewabah, Kamis (14/5/2020).

Kejuaraan itu digelar di Lakewood Country Club, di Yangju, timur laut Seoul. Ini adalah pertandingan golf wanita tingkat tinggi pertama yang dimainkan sejak Asosiasi Pegolf Profesional Wanita (LPGA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menangguhkan musim pertandingan pada bulan Februari.

Sayangnya, wabah COVID-19 telah membuat pertandingan harus dijalankan tanpa penonton karena Negeri Ginseng masih memberlakukan aturan jaga jarak sosial (social distancing) untuk mencegah penularan wabah corona lebih lanjut.





Ketidakhadiran penonton menciptakan suasana hening yang canggung. Di mana hanya ada suara kicau burung dan suara bola yang memasuki lubang, serta suara klik kamera selama pertandingan berlangsung, sebagaimana dilaporkan AFP.

Namun demikian, ada dampak baik yang disebabkan oleh wabah virus corona pada pertandingan kali ini. Setelah wabah corona membuat para pecinta olahraga ini tidak dapat menyaksikan pertandingan dalam beberapa bulan terakhir, hak siar untuk olahraga ini laris manis di luar negeri begitu pertandingan kembali digelar.

Menurut AFP, hak siar pertandingan telah dijual kepada lembaga penyiaran di berbagai negara termasuk AS, Kanada dan Australia. Tingginya minat penonton juga telah dikonfirmasi KLGPA.

"Ketertarikan sangat tinggi karena ini adalah tur golf pertama di dunia di tengah pandemi," kata KLGPA dalam sebuah pernyataan.

Selain tanpa penonton, para atlit yang bertanding telah diwajibkan memakai masker sebelum dan sesudah putaran mereka. Mereka hanya diizinkan melepas masker saat sedang bertanding. Para pemain juga disarankan untuk menjaga jarak dua meter di lapangan dan meminimalkan kontak fisik.

Mereka juga dilarang untuk menyentuh pin dan permukaan lainnya, seperti gagang pintu, tanpa sarung tangan. Pemain juga harus makan sendiri agar bisa terus menjaga jarak sosial, tanpa caddies atau anggota keluarga diizinkan untuk duduk di meja yang sama di lounge.

"Saat makan siang, semua pegolf harus menghadap ke arah yang sama sambil makan tanpa mengobrol," kata Park Sung-hyun, juara dunia nomor tiga dan juara ganda utama, Rabu. "Semua ini cukup baru."




Dalam hal keunggulan di bidang olahraga golf, Korea Selatan bisa terbilang sangat unggul. Negara ini memiliki empat dari top 10 pemain golf wanita dunia saat ini.

Menanggapi perubahan-perubahan ini, juara dunia nomor enam Kim Sei-young, mengatakan sangat disayangkan bahwa penonton tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.

"Biasanya banyak penggemar muncul, lebih banyak di sini di Korea daripada di AS," kata Kim yang telah memenangkan Tur LPGA sebanyak sembilan kali itu setelah latihan sebelum turnamen. "Tapi bisa bermain saja saya sudah sangat bersyukur."

Selain para pemain, dampak corona juga dirasakan para kru dan pekerja lainnya di gelaran tersebut. Media yang meliput turnamen telah dibatasi dan diminta untuk memakai masker. Semua orang yang masuk ke lapangan juga diperiksa suhunya dan harus memberikan informasi pribadi mereka.

Korea Selatan saat ini melaporkan cukup banyak kasus corona, yaitu memiliki 10.991 kasus dengan 260 korban meninggal dan 9.762 orang sembuh, menurut Worldometers.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading