Internasional

Update! Sudah 15 Juta Penduduk Bumi Terinfeksi Corona

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 July 2020 10:13
The iconic Matterhorn mountain is illuminated by Swiss light artist Gerry Hofstetter aiming to send messages of hope, support and solidarity to the ones sufferings from the global coronavirus disease, COVID-19, pandemic in the alpine resort of Zermatt, Switzerland, Thursday, March 26, 2020. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (Valentin Flauraud/Keystone via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penambahan angka kasus positif virus corona (Covid-19) secara global kian bertambah. Tercatat kini ada total 15.084.371 kasus positif per Rabu (22/7/2020), menurut data Worldometers.

Dari total tersebut, sebanyak 618.477 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 9.103.974 orang berhasil sembuh. Sementara jumlah kasus aktif ada sebanyak 5.361.920 kasus dengan rincian: 5.298.123 (99%) dalam kondisi ringan, dan 63.797 (1%) dalam kondisi serius atau kritis.



Terkait penyebarannya, virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China ini telah dikonfirmasi di 213 negara dan teritori di seluruh dunia, serta pada 2 alat angkut internasional.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara penyumbang kasus terbanyak dengan 4.028.362 kasus, naik 66.933 kasus per hari.

Angka kematian AS naik lebih dari 1.000 kasus pada Selasa (21/7/2020) lalu, menjadi peningkatan kasus satu hari terbesar sejak awal Juni, menurut penghitungan Reuters.

Setelah berminggu-minggu menurunnya kematian, ada lebih dari 5.200 kematian Covid-19 di AS hingga 19 Juli, naik 5% dari tujuh hari sebelumnya. Menjadi peningkatan kematian dalam minggu kedua berturut-turut.




Kini hampir 142.000 orang Amerika tewas akibat Covid-19. Kematian AS memuncak pada April lalu, saat negara itu kehilangan rata-rata 2.000 orang per hari. Kematian terus menurun, rata-rata 1.300 sehari pada Mei dan di bawah 800 sehari pada Juni.

Tetapi setelah aturan penguncian yang dibuka kembali di banyak negara bagian, tanpa adanya aturan keselamatan, kasus kematian meningkat lagi di 21 negara bagian, termasuk Arizona, Florida, dan Texas.

Sementara posisi kedua masih diduduki Brasil dengan 2.166.532 kasus terkonfirmasi, naik 44.887 kasus dalam sehari. Sedangkan posisi ketiga diduduki oleh India dengan 1.194.085 kasus, menjadi kasus terbanyak di wilayah Asia.

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak:

1. Amerika Serikat (4.028.362 positif, 144.945 meninggal, 1.885.527 sembuh)
2. Brasil (2.166.532 positif, 81.597 meninggal, 1.465.970 sembuh)
3. India (1.194.085 positif, 28.770 meninggal, 752.393 sembuh)
4. Rusia (783.328 positif, 12.580 meninggal, 562.384 sembuh)
5. Afrika Selatan (381.798 positif, 5.368 meninggal, 208.144 sembuh)
6. Peru (362.087 positif, 13.579 meninggal, 248.746 sembuh)
7. Meksiko (349.396 positif, 39.485 meninggal, 222.068 sembuh)
8. Chili (334.683 positif, 8.677 meninggal, 306.816 sembuh)
9. Spanyol (313.274 positif, 28.424 meninggal)
10. Inggris (295.817 positif, 45.422 meninggal)

Sementara itu Indonesia berhasil membalap China dan Mesir dan menduduki peringkat ke-24 dengan 89.869 kasus positif yang bertambah 1.655 kasus sehari, 4.320 kasus kematian, dan 48.466 pasien berhasil sembuh.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia juga menduduki peringkat pertama di wilayah ASEAN, mengalahkan Filipina dengan 70 ribu kasus, dan Singapura dengan 48 ribu kasus positif.

China Daratan, yang awalnya merupakan episentrum awal penularan dengan kasus terjangkit paling tinggi di dunia, berhasil turun ke posisi ke-26 dengan 83.693 kasus positif, 4.634 kematian, dan 78.817 pasien berhasil sembuh.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading