Tenang Bunda, Sekolah di Jakarta Belum Perlu Tatap Muka

Lifestyle - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 June 2020 19:58
Korea Selatan membuka kembali kegiatan belajar ditengah pandemi COVID-19. AP/Kim Jun-beom

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Anies Baswedan menegaskan sekolah di DKI Jakarta belum akan dibuka dalam waktu dekat. Ia terus memantau perkembangan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) transisi yang sudah berjalan lebih dari seminggu. Hasilnya, Ia menilai hingga kini kondisi di Jakarta belum kondusif untuk menjalankan kembali aktivitas sekolah.

"Kami di Jakarta belum ada rencana membuka sampai kondisi wabah di DKI benar-benar terkendali dan aman untuk anak-anak. Jadi, sampai dengan saat ini kita belum melihat bahwa sudah aman," kata Anies dalam tinjauannya pada hari kedua pembukaan mal di DKI Jakarta, di Kota Kasablanka Selasa (16/6).

PSBB transisi sendiri diproyeksikan bakal berlangsung hingga akhir Juni nanti. Masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Jika tidak patuh, maka tidak menutup kemungkinan bakal kembali kepada PSBB awal, dimana pembukaan sekolah bakal makin lama berlangsung.


"Belum. Jadi nanti awal Juli kita akan lihat lagi. Saat ini kita masih melihat belum aman untuk anak-anak," sebutnya.

Mengenai protokol kesehatan, saat ini Anies menyebut tidak bakal membuat protokol anyar. Protokol yang ada sekarang cukup diikuti dengan baik. Namun, jika ada perkembangan lebih lanjut, bukan tidak mungkin bakal ada.

"Enggak kalau itu sih. Kalau protokol sekolah sudah disiapkan semua, cuma nanti menjelang pembukaan saja (kita baru umumkan)," papar Anies.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan pembukaan sekolah atau pembelajaran secara tatap muka di sekolah sudah boleh dilakukan di zona hijau Covid-19 yang ditetapkan Gugus Tugas.

Namun ada beberapa catatan khusus terkait pembukaan sekolah atau pembelajaran secara tatap muka ini.

"Proses tahun ajaran 2020/2021 dimulai pada Juli 2020. Tetapi pola pembelajarannya tergantung zonasi covid-19," kata Nadiem Senin (15/6/2020).

Ia menjelaskan, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye dan merah, maka dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah atau BDR.

"Untuk zona merah, kuning, dan oranye, ini ada 94% peserta didik di pendidikan dini, dasar, dan menengah.Untuk zona hijau ada 6%. Nah untuk zona hijau kami memperbolehkan pemda untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol sangat ketat," kata Nadiem.


[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading