Ribuan Ritel Tutup di Luar Negeri Akibat Pandemi, RI Gimana?

Lifestyle - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 June 2020 18:20
Zara

Jakarta, CNBC Indonesia- Ritel bermerek mulai menutup ribuan gerainya di berbagai penjuru dunia. Penjualan yang merosot drastis selama pandemi jadi salah satu penyebabnya.

Bagaimana dengan nasib gerai ritel, terutama fesyen di Indonesia?

Sejak 15 Juni 2020, Jakarta sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di mana mal bisa beroperasi lagi. Namun, sampai saat ini pengunjung mal masih sangat sepi.


Anggota Dewan Penasehat Himpunan Penyewa Pusat Belanja (Hippindo) Tutum Rahanta memaparkan jika ini terus terjadi, kalangan pengusaha menilai perlu ada langkah ekstrim yang dilakukan.

"Jika memang ngga kuat, penutupan itu biasa. Mereka tutup, di luar (negeri) pun mereka ada yang tutup ratusan bahkan ribuan outlet-outlet mereka. membaca situasi kondisi kembali normal sebelum pandemi butuh waktu tahunan," katanya.

Menurutnya, terlalu beresiko jika perusahaan bersikukuh mengambil langkah untuk mempertahankan keseluruhan outlet jika memang sudah tidak menguntungkan. Apalagi, biaya operasional pun tidak kecil. Dua biaya yang terbesar adalah biaya sewa dan service charge tempat serta membayar karyawan.

"Kalau ngga kuat, berapa yang diamputasi, itu biasa di ritel. Kita ngga bisa pertahankan semua tapi korbankan perusahaan secara keseluruhan," sebutnya.

Di Indonesia, sejumlah outlet sudah melakukan langkah serupa. Mereka yang tidak bisa bertahan dalam jangan waktu lama maka akan 'dikorbankan'.

"Outlet-outlet yang selama ini jadi beban perusahaan secara keseluruhan pasti ditutup. Atau ga bisa lg diperbaiki, kalaupun sudah dibuka dan proses lama. itu biasa dan udah dilakukan teman-teman. Tetapi jangan sampai pendapatan perusahaan turun, sedangkan kita berikan subsidi-subsidi terus kepada outlet-outlet yang memang sakit," papar Tutum.


[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading