Bunda, Ini Tips Aman Imunisasi Selama Pandemi

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
04 June 2020 18:27
A child who received fake medication from a drug-making ring is revaccinated by government healthcare workers at a clinic in East Jakarta, Indonesia, July 18, 2016. REUTERS/Darren Whiteside
Jakarta, CNBC Indonesia - Melakukan imunisasi kepada anak merupakan hal penting. Meski begitu, ada kekhawatiran bagi orang tua ketika harus mengunjungi rumah sakit atau puskesmas ditengah pandemi seperti ini.

dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKes mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua, bila ingin membawa anaknya untuk melakukan imunisasi di rumah sakit atau puskesmas. Pastikan orang tua telah membuat janji kedatangan agar waktu kunjungan dapat diatur dengan baik.

Kemudian pastikan bahwa anak serta orangtua tidak dalam keadaan sakit atau memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Serta menerapkan tindakan pencegahan lain seperti mencuci tangan.


"Untuk melakukan vaksinasi aman orang tua harus menerapkan panduan pencegahan penularan infeksi yang berlaku. Pastikan sudah membuat jadwal terbaik agar tidak perlu berlama-lama di rumah sakit atau puskesmas di tengah keramaian," ujar dr. Citra saat ZAP Virtual Press Conference 2020, Kamis (4/6/2020).



Dia melanjutkan bahwa orang tua wajib menggunakan masker kain selama berada di luar rumah, baik dalam perjalanan ataupun di tempat imunisasi. Terapkan juga jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain.

Setelah imunisasi selesai, sebaiknya segera pulang dan membersihkan diri baik untuk orang tua maupun anak. Serta mengganti pakaian. "Setelah selesai segera pulang dan langsung bersih-bersih. Jangan lupa untuk mengganti baju," papar dia.

Ia menyarankan imunisasi untuk anak tetap berjalan sesuai jadwal. Sebab imunisasi akan membantu menjaga sistem imun anak untuk melawan beragam penyakit infeksi berbahaya yang mengancam anak-anak, seperti hepatitis B dan polio.

"Imunisasi itu penting dilakukan orang tua kepada anaknya. IDAI juga telah meluncurkan aplikasi (Primaku) agar orang tua bisa lihat kurva perkembangan buah hati," ujarnya.

Dia menuturkan bahwa bila orang tua melewatkan imunisasi, maka anak dikhawatirkan akan menjadi rentan tertular penyakit. Serta mengganggu tumbuk kembangnya. Adapun waktu yang tepat melakukan imunisasi adalah saat anak berusia 0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 9 bulan dan 18 bulan
ditambah dengan anjuran.

Kendati demikian, jika keadaan tidak memungkinkan bagi orang tua dan anak untuk keluar rumah melakukan imunisasi hal ini bisa ditunda paling lama 1 bulan. Namun, sebisa mungkin usahakan agar imunisasi dasar tetap diberikan sesuai jadwal.


[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading