Satu Demi Satu Dokter RS Wuhan Wafat Kena Corona, Ada Apa?

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
02 June 2020 19:42
In this March 2, 2020 photo released by Xinhua News Agency, renowned Chinese respiratory specialist Zhong Nanshan attends an oath-taking ceremony via video connections for two new probationary Communist Party members in Wuhan to take the oath of joining the Communist Party of China, in Guangzhou, southern China's Guangdong Province. As the rest of the world grapples with a burgeoning virus outbreak, China's ruling Communist Party has turned to its propaganda playbook to portray its leader as firmly in charge, leading an army of health workers in a
Jakarta, CNBC Indonesia- Satu lagi dokter yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan meninggal dunia akibat terinfeksi corona.

Adalah dokter Hu Weifeng, ahli urologi yang juga pernah bekerja bersama dengan sang whistleblower yang mengungkap soal virus corona Li Wenliang. Hu Weifeng meninggal pada Jumat lalu setelah terpapar covid selama 4 bulan penuh, kepergiannya ini sekaligus menyusul rekannya Li yang telah meninggal lebih dulu pekan lalu.

Mengutip AFP, Hu Weifeng adalah dokter rumah sakit Wuhan ke-enam di yang meninggal akibat virus corona. Seperti diketahui, penyakit ini muncul di China sejak akhir pekan lalu dan berasal dari kota tersebut.


Dari China, penyakit ini kemudian menyebar dan menjadi pandemi di seluruh dunia sejak Februari. Secara total sampai saat ini, korban jiwa akibat penyakit di negeri berpenduduk 1,4 miliar orang ini mencapai 4634 kasus.



Sampai saat ini, rumah sakit Wuhan belum memberikan statement resmi terkait kematian dokter Hu. Disebut-sebut sejak Februari lalu setidaknya 68 staff rumah sakit sudah terinfeksi virus ini.

Kematian dokter Hu sempat menjadi bahasan nasional usai sebuah surat kabar di China menampilkan fotonya yang tengah sakit, dengan kulit menghitam akibat kerusakan fungsi hati.

Sebelumnya, media juga dihebohkan dengan kabar dari rekan dokter lainnya yakni dokter Yi Fan yang menunjukkan gejala serupa, tetapi pulih dan sudah keluar dari rumah sakit. 


Sebelum terpapar dan meninggal, Li Wenliang  sempat membagikan informasi dan memperingatkan publik mengenai wabah ini.

Dokter berusia 34 tahun itu akhirnya ditegur oleh pihak berwenang pada akhir Desember lalu karena menyebarkan informasi terkait virus corona.


Hal ini memicu curahan dan kemarahan nasional terhadap pemerintah ketika ia mendokumentasikan hari-hari terakhirnya di media sosial. Sejak saat itu, Li  disebut sebagai martir nasional, karena keberanian, dedikasi, dan aksi cepat dalam menanggapi wabah.

Whistleblower medis lainnya di Rumah Sakit Pusat Wuhan termasuk direktur unit gawat darurat Ai Fen yang mengatakan kepada media China bahwa mereka dihukum oleh pihak berwenang karena berbicara soal virus ini.

China belum merilis angka total jumlah kematian pekerja medis dari Covid-19, tetapi setidaknya ada  34 petugas medis telah dianugerahi penghargaan anumerta oleh otoritas kesehatan.

[Gambas:Video CNBC]




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading