Internasional

Nasib Distrik Seks di Bangkok Kala Pandemi COVID-19

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 May 2020 16:08
A Thai couple waits for taxi after dinner in the Patpong area, near to the anti-government protesters encampment, which re-opened after an interval of two weeks, with precautionary midnight to early morning curfew in downtown Bangkok, Thailand, Tuesday, May 25, 2010. (AP Photo/ Manish Swarup)
Jakarta, CNBC Indonesia - Patpong distrik hiburan di lingkungan Bangkok Bang Rak, Thailand ,yang biasanya ramai dipenuhi oleh wisatawan asing dan ekspatriat. Namun kini wisata dewasa itu, kini hening dan sepi.

Pintu-pintu bar dan klub yang biasanya menyajikan pertunjukan tertutup rapat dan gelap. Tak ada lagi gemerlap lampu warna-warni.


Walaupun begitu, para pemain pertunjukan tetap berlatih di balik pintu bar dan klub yang tertutup rapat. Salah satunya adalah pemain dengan nama panggilan May dan Som.


"Tempat semacam ini akan menjadi yang terakhir dibuka kembali," kata May, sebagaimana dikutip dari Reuters, menambahkan jika mereka khawatir dan tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir.

"Bahkan ketika (distrik hiburan ini) dibuka kembali, pelanggan akan khawatir tentang keselamatan mereka."

A lone tourist walks past a closed go-go bar on Patpong Road in the midst of Bangkok's red light district late Thursday night July 20, 1995. In mourning for Thailand's Princess Mother, who passed away on July 18, 1995, all entertainment establishments have closed for 3 days. (AP Photo/Charles Dharapak)Foto: Patpong, Thailand (AP Photo/Charles Dharapak)
A lone tourist walks past a closed go-go bar on Patpong Road in the midst of Bangkok's red light district late Thursday night July 20, 1995. In mourning for Thailand's Princess Mother, who passed away on July 18, 1995, all entertainment establishments have closed for 3 days. (AP Photo/Charles Dharapak)


May dan Som berlatih di klub BarBar di jalan Soi 2 Patpong. BarBar dan klub-klub lain seperti "Bada Bing" dan "Fresh Boys" sudah ditutup oleh Pemerintahan Thailand pada pertengahan Maret ketika kasus COVID-19 melonjak di negara itu

Selain itu, Thailand juga menghentikan penerbangan penumpang internasional, serta menghentikan pariwisata, membuat Bangkok mendadak sepi. Padahal sebelumnya, kota ini menjadi destinasi yang banyak dikunjungi dunia selama empat tahun terakhir.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah bar dan klub di distrik ini sudah berkurang akibat banyaknya bisnis yang pindah ke wilayah lain, atau bermigrasi ke dunia online akibat pariwisata seks yang tidak menghasilkan begitu banyak keuntungan di industri pariwisata keseluruhan Thailand.



Selama beberapa dekade, angka-angka pariwisata lebih banyak didominasi oleh laki-laki. Tetapi semakin pentingnya pengunjung dari China, mengubah hal itu. Pada 2018, lebih dari 53 persen turis adalah wanita.

Meskipun demikian, distrik kehidupan malam Patpong sudah mempekerjakan ribuan orang, kebanyakan wanita muda. Di masa pandemi ini, bar dan klub masih membayar sejumlah pekerja. Tetapi manajer salah satu bar di Soi 2 baru saja melepas sewa lokasinya.

Akibatnya, sebagian besar di antara 2 juta warga Thailand mungkin akan menganggur tahun ini karena dampak virus dengan nama resmi SARS-CoV-2.

A man sitting outside an adult entertainment establishment in the Patpong nightlife area looks at his mobile phone after eating a meal in Bangkok, Thailand, Thursday, July 5, 2018. (AP Photo/Gemunu Amarasinghe)Foto: Patpong, Thailand (AP Photo/Gemunu Amarasinghe)
A man sitting outside an adult entertainment establishment in the Patpong nightlife area looks at his mobile phone after eating a meal in Bangkok, Thailand, Thursday, July 5, 2018. (AP Photo/Gemunu Amarasinghe)


Thailand kini sudah mulai mencabut beberapa aturan pembatasan gerakan akibat berkurangnya peningkatan kasus terjangkit. Thailand kini memiliki 3.076 kasus terjangkit, 57 kasus kematian, dan 2.945 kasus pasien berhasil sembuh per Jumat (29/5/2020), menurut data Worldometers.

Dengan berkurangnya angka, Juru bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, Rungruang Kitpati mengatakan akan ada pembicaraan tentang pariwisata yang dilanjutkan, dengan tempat hiburan malam akan menjadi yang terakhir dibuka kembali.

"Dalam normal baru, Patpong harus banyak beradaptasi. Mungkin pada akhirnya terlihat berbeda, tetapi perubahan ini akan menjadi lebih baik," kata Kitpati.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading