Gegara Pasien Corona Dugem di Itaewon, Warga Korea Gempar!

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
08 May 2020 15:20
Pastors wearing face masks attend a service at the Yoido Full Gospel Church in Seoul, South Korea, March 15, 2020. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria yang dinyatakan positif COVID-19 ketahuan diam-diam dugem di klub di Itaewon, salah satu distrik kehidupan malam yang populer di Seoul, Korea Selatan.

Hal ini memicu kekhawatiran tentang penyebaran virus di kawasan tersebut.

Pasien merupakan pria berusia 29 tahun asal Yongin, Gyeonggi. Ini sekaligus menjadi kasus infeksi pertama lokal yang dilaporkan dalam 4 hari terakhir.
Sebagian besar kasus baru selama seminggu terakhir datang dari luar negeri.



Meski begitu, bagaimana dan di mana pasien tertular virus masih belum diketahui. Ini secara tidak langsung menimbulkan kekhawatiran bahwa virus bisa menyebar di masyarakat yang tidak terdeteksi.  




Menurut studi epidemiologi awal, dia tidak memiliki kontak yang diketahui dengan pasien sebelumnya dan dia belum pernah melakukan kontak dengan siapa pun yang baru kembali dari luar negeri.


Pasien yang bekerja di sebuah perusahaan perangkat lunak di Seongnam, mulai menunjukkan gejala demam tinggi dan diare pada Sabtu (3/5), lalu dia mengunjungi klinik setempat pada hari Minggu dan diuji pada hari Selasa.


Menurut informasi, ia mengunjungi setidaknya tiga klub malam di Itaewon selama liburan panjang di negara itu, serta restoran, supermarket, klinik, toko dan farmasi.


Klub-klub Itaewon yang ia kunjungi pada Jumat malam dan Sabtu pagi memiliki beberapa ratus pengunjung dalam jangka waktu yang sama, sehingga membuat pemerintah waspada.

Tidak hanya itu, seorang warga Kota Anyang yang menemaninya dalam perjalanan ke Itaewon juga dinyatakan positif, kata pemerintah Kota Anyang, Kamis (7/5).

Korea melaporkan sedikitnya ada empat kasus COVID-19 dalam 24 jam yang berakhir, tiga di antaranya diimpor, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.  Jumlah total kasus virus corona di sini mencapai 10.810.  

Kasus warga Anyang tidak termasuk dalam penghitungan 24 jam terbaru tetapi akan menjadi bagian dari pembaruan berikutnya, yang dirilis Jumat. Jumlah kasus baru yang dikonfirmasi setiap hari telah bertahan di bawah 20 kasus selama 20 hari berturut-turut, dan di bawah lima kasus sejak Selasa.

Meskipun terjadi perlambatan infeksi, otoritas kesehatan waspada terhadap kasus-kasus di mana sumber infeksi tetap tidak diketahui, karena kekhawatiran akan infeksi massal.


[Gambas:Video CNBC]




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading