Apakah Riya, Bila Unggah Foto Liburan & Makanan di Medsos?

Lifestyle - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
26 April 2020 07:55
(Dok. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani via Detik Travel)
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat Indonesia dan global diserang pandemi virus corona, aktivitas mengunggah foto makanan dan liburan di media sosial menjadi sesuatu yang sensitif. Apalagi di tengah dampak virus corona yang membuat ekonomi tengah susah, PHK membayangi, dan sepinya aktivitas ekonomi.

Lantas apakah menggunggah foto sedang liburan atau tengah makan enak masuk kategori riya, alias ingin pamer, ingin dipuji?

Menurut kamus bahas Arab, riya berasal dari kata ru'yah, yang artinya menampakkan atau memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. Namun istilah yang berlaku saat ini bisa diartikan yakni melakukan ibadah dengan niat supaya ingin dipuji sesama.


Dalam tanya jawab selama selama bulan
Ramadan 2020, yang dilakukan CNNIndonesia.comsoal kebiasaan mengunggah foto makanan dan liburan di media sosial atau medsos pun jadi perhatian.


Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Phil. Syafiq Hasyim, mengatakan persoalan riya ini sangat rumit. Riya itu sangat terkait dengan persoalan jiwa, spiritual, dan niat masing-masing individu.

"Dalam perspektif sufistik, perbuatan tersebut masih termasuk dalam kategori riya, karena di dalamnya ada keinginan agar orang lain melihat dan mengakui kehebatan kita. Tapi, syukur-syukur apabila unggahan didasarkan kepada niat ingin memperbaharui nikmat kepada Allah SWT," katanya, dilansir CNN Indonesia, Minggu (26/4/2020).

"Menurut saya, sebaiknya hal-hal seperti itu kita simpan dalam diri masing-masing. Pasalnya, bisa jadi perbuatan mengunggah makanan dan aktivitas liburan itu tidak menimbulkan empati dari pihak lain, tapi justru menciptakan keirian."

"Jika itu yang terjadi, mari kita semua menahan diri dari perbuatan-perbuatan seperti itu."


[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading