Kabar Baik! Pindad & PTDI Bisa Produksi Ventilator Covid-19

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 April 2020 04:32
Ventilator Pernapasan. (Istock/sturti)
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil mengungkapkan perusahaan BUMN sudah bisa memproduksi ventilator untuk digunakan oleh pasien Covid-19. Ada dua BUMN yang sudah memproduksi ventilator yakni PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

"Ventilator untuk pasien Covid yang selama ini impor dan mahal sekitar 500-700 juta rupiah per unit, sekarang bisa turun menjadi hanya 10-15 juta rupiah per unit produksi PT Pindad untuk tipe pasien akut dan PT Dirgantara Indonesia untuk tipe pasien moderat," kata Kang Emil, dalam akun Instagram resminya, @RidwanKamil, dikutip Minggu (26/4/2020).

"PT Pindad, biasanya memproduksi senjata, bekerja sama dengan UI dan UGM bisa memproduksi 200 ventilator per bulan. Dan PT DI, biasanya memproduksi pesawat terbang, bekerja sama dengan ITB juga Yayasan @salmanitb bisa memproduksi 500 ventilator per minggu," kata mantan Wali Kota Bandung ini.

[Gambas:Instagram]


Dia mengatakan dengan diversifikasi bisnis yang dilakukan dua BUMN tersebut diharapkan semua rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 tidak akan kekurangan alat bantu pernapasan atau ventilator.

"Insya Allah, semua rumah sakit yang merawat pasien Covid tidak akan kekurangan alat bantu pernapasan atau ventilator lagi dan tidak usah impor lagi. Inilah kerja bersama dari para inventor dan industri di Jawa Barat untuk Indonesia dan kelak dunia dalam menangani masalah Covid-19," katanya.

"Dan Insya Allah, optimis."


Ventilator adalah salah satu alat medis yang fungsinya membantu pasien terkait dengan masalah pernapasan. Alat medis ini yang akan memompa oksigen ke paru-paru dan membantu menyingkirkan karbondioksida.

Kementerian BUMN juga sudah mengungkapkan ada tiga perusahaan pelat merah yang diminta memproduksi alat bantu pernapasan. Ventilator yang diproduksi oleh tiga perusahaan BUMN nantinya akan diserap oleh perusahaan alat kesehatan PT Indofarma Tbk (INAF).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan keberadaan ventilator sangat penting dalam penanganan Covid-19. Ventilator yang diproduksi di dalam negeri ini akan disinergikan dengan industri pertahanan dalam negeri.

"Hari ini, mudah-mudahan juga apa yang dilakukan para pembuat ventilator lokal dari UI, BPPT, ITS, ITB, Balitbang ESDM dan beberapa perusahaan swasta nasional yang akan disinergikan dengan industri pertahanan kita. Saya kemarin coba kontak yang ada di industri pertahanan untuk coba sinergikan," kata Erick dalam siaran persnya, Kamis (16/4/2020).

Erick melihat ketergantungan bahan baku obat dan alat kesehatan Indonesia dari luar negeri menjadi persoalan bagi bangsa ketika terjadi situasi yang tidak biasa, terutama saat pandemi Covid-19.

Untuk itu di dalam negeri juga harus memulai untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Hal ini bisa dilakukan secara bertahap.

Selain BUMN, ventilator juga sedang disiapkan oleh produsen mobil dan motor. Gaikindo siap memproduksi komponen vital bagi para pasien corona untuk membantu napas pasien.

[Gambas:Video CNBC]



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading