IndoXXI Tutup, Yuk! Simak Situs Sejenisnya di Jagat Maya

Lifestyle - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
24 December 2019 16:56
IndoXXI Tutup, Yuk! Simak Situs Sejenisnya di Jagat Maya
Jakarta, CNBC Indonesia - Situs streaming nonton film bajakan Indo XXI, LayarKaca21, dan situs keluarganya resmi ditutup Kemenkominfo, empunya website mengaku akan sukarela tidak beroperasi lagi mulai tahun depan.

Kementerian juga mengajak penikmat sinema untuk mulai beralih memanfaatkan situs berbayar, dengan tetap mendorong kepada situs berbayar tersebut untuk mulai membayar pajak yang selama ini masih nihil.

Memang Indo XXI atau LayarKaca21 memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk memegang kendali untuk film ataupun serial yang sedang ingin dinikmati. Namun, jika dicermati tetap saja ada plus-minus yang bisa dilihat dari jenis layanan bajakan dan resmi, meskipun ada juga yang gratis.


Berikut ini perbedaan utama situs streaming film bajakan Indo XXI dengan situs film berbayar lain yang bisa diakses di Indonesia.


Berbayar

Untuk situs streaming film bajakan, tentu tidak perlu membayar biaya berlangganan, meskipun harus tetap memiliki akses internet yang tidak mahal juga. Apalagi jika bisa memaksimalkan pemanfaatan (atau fakir) wifi sepuasnya di kamar kost, rumah, kantor, warung kopi, ataupun ruang publik lain.

Kalaupun harus melipir ke warung kopi, ya minimal kita harus belanja secangkir kopi pahit untuk berselancar di dunia internet dan menonton film di sana.

Lain halnya dengan streaming film berbayar. Tarif situs film berbayar semacam Netflix mengharuskan adanya biaya dari Rp 109.000/bulan untuk satu gadget, Rp 139.000/bulan per dua gadget, sampai Rp 169.000/bulan per empat gadget dalam satu waktu.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa saat ini sudah banyak juga situs streaming film yang lebih murah lagi dari Netflix yang sekarang sedang happening benar. Contohnya iflix.

Per bulannya, kita cukup membayar Rp 39.000/bulan. Belum lagi biaya langganan tidak perlu dibayar jika kita berlangganan internet  atau beberapa operator lain seperti Indosat Ooredoo dan XL Axiata yang sudah memasukkan iflix sebagai bagian dari paket langganan.

Penyedia lain adalah Catchplay dan Genflix yang awalnya gratis tetapi untuk tarif nir-iklan dikenakan tarif masing-masing Rp 45.000/bulan dan Rp 49.000/bulan untuk tiga gawai.

Situs streaming film berbayar lain misalnya adalah Amazon Prime Video US$ 5,99/bulan atau Rp 80.000 (promo 6 bulan pertama US$ 2,99/bulan atau Rp 40.000), Hooq Rp 69.000/bulan (promo gratis 30 hari), dan Viu Rp 30.000/bulan.


Sharing

Dengan menikmati situs streaming film bajakan, seakan kita menjadi punggawa sharing economy dan menikmat kebocoran dari industri film yang sama-sama dinikmati hampir seluruh netizen dunia. Dari mulai film bajakannya sendiri hingga subtitle juga merupakan kontribusi dari seluruh warganet di Indonesia maupun di dunia.

Padahal, di sisi lain, tidak terhitung jumlah insan sinema yang terzolimi dengan langkah pembajakan tersebut. Tidak sedikit dana royalti yang tidak terbayarkan kepada produsen film yang akhirnya menekan pendapatan dari tim produksinya dan industri itu sendiri.


Iklan

Menggunakan Indo XXI atau semacamnya tentu tidak lepas dari iklan yang setidaknya mengganggu pandangan seperti iklan kelap-kelip dari penyedia layanan judi online, trading forex, sampai layanan esek-esek oline. Apalagi tidak jarang ada iklan yang sifatnya sudah mengganggu fungsi karena setiap klik kita akan berbuah pada munculnya iklan di tab baru (pop-up advertising).

Memang tanpa kita sadari, seperti halnya produk fintech lain, situs streaming film bajakan menggunakan popularitasnya sebagai aset dan kinerja sehingga dapat dijual ke pemasang iklan.

Monetisasi dari situs bajakan tersebut adalah satu faktor yang kadang mengganggu dan tidak terkontrol bagi pengguna situs karena bisa jadi si pengiklan adalah penyebar malware yang dapat membongkar data identitas atau bahkan merusak piranti keras Anda.

Di situs yang berbayar, karena Anda sudah berlangganan resmi dan bukan mengambil paket yang promo, yakin sudah bahwa Anda tidak akan diganggu iklan. Baik yang kelap-kelip maupun pop-up ads yang annoying sekali karena pendapatan mereka berasal dari biaya langganan, bukan monetisasi popularitasnya semata.





TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading