Ini Eksotisnya Taman Nasional Lorentz, Wajib Disambangi!

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar , CNBC Indonesia
04 December 2019 15:55
Ini Eksotisnya Taman Nasional Lorentz, Wajib Disambangi! Foto: Taman Nasional Lorentz, Papua (Ist/tamannasionallorentz.menlhk.go.id)
Jakarta, CNBC Indonesia - Google Doodle hari ini (4/12) memajang gambar yang merepresentasikan Taman Nasional Lorentz guna merayakan hari jadi taman nasional yang berada di provinsi Papua tersebut.

Ilustrasi yang dibuat oleh seniman Alyssa Winans tersebut menarik banyak perhatian warganet karena memperlihatkan hamparan dataran tinggi Habema Valley dan Danau Habbema dengan gambar satu burung beo Pesquet di depannya.


Ini Eksotisnya Taman Nasional Lorentz, Wajib Disambangi! Foto: Taman Nasional Lorentz, Papua (Ist/tamannasionallorentz.menlhk.go.id)



Menjadi kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara, suaka alam yang masif ini membentang lebih dari 9.600 mil persegi (sekitar 24.864 kilometer persegi), tepat di persimpangan dua lempeng benua yang bertabrakan.


Taman Nasional Lorentz berisi beberapa ekosistem, termasuk padang rumput, rawa-rawa, pantai lautan, hutan hujan, dan pegunungan alpine yang diatapi oleh gletser tropis yang cukup langka. Gunung yang paling terkenal bernama Puncak Jaya, yang juga merupakan puncak tertinggi di Asia Tenggara.


Terkenal karena keanekaragaman hayati, berbagai iklimnya adalah rumah bagi banyak hewan, termasuk kanguru pohon dan harimau. Banyak juga spesies burung langka yang bermukim di sana, salah satunya burung beo Pesquet yang terlihat di Doodle hari ini.


Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di sana adalah 630 jenis burung, dengan kurang lebih 70% burung yang ada di Papua dan sejumlah 123 jenis mamalia.


Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).




Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon. Ada juga pencilan seperti echidna, dan mamalia trenggiling berduri.


Selain hewan, Taman Nasional Lorentz juga rumah bagi setidaknya tujuh kelompok etnis manusia di Papua yang semuanya hidup sesuai tradisi sejak ribuan tahun yang lalu.

Taman Nasional Lorentz dinamai dengan nama penjelajah Belanda Hendrikus Albertus Lorentz yang mengunjungi daerah tersebut pada tahun 1909. Kurang dari 1 abad, taman ini didirikan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1997.

Ketika mendapatkan ancaman oleh penebangan, perburuan, dan polusi, Taman Nasional Lorentz dilindungi dengan ketat oleh World Wildlife Federation dan UNESCO, sebab taman ini sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia.

Walaupun Taman Nasional Lorentz adalah keajaiban dunia yang tidak resmi, namun di dalamnya mengandung lebih banyak keajaiban hewan-hewan langka yang hidup beriringan dengan tujuh etnis manusia Papua.

Ini Eksotisnya Taman Nasional Lorentz, Wajib Disambangi! Foto: Taman Nasional Lorentz, Papua (Ist/tamannasionallorentz.menlhk.go.id)


Jika ingin berkunjung ke sana, waktu terbaik antara bulan Agustus hingga Desember. Di sana pelancong bisa mengamati burung di Danau Habbema di dataran tinggi Habema Valley atau mengunjungi desa-desa Asmat, di mana pelancong dapat bertemu dengan suku asli Agats yang terkenal dengan ukiran kayu mereka.

Pelancong juga bisa melakukan pendakian di Piramida Carstensz (Puncak Jaya), salah satu dari tujuh puncak utama dunia. Pendakian akan dimulai dari basecamp di Tembagapura Freeport. Namun biasanya yang melakukan pendakian adalah pendaki handal, sebab gunung tersebut agak sulit dinaiki oleh pendaki pemula.

Jangan lupa juga untuk berkunjung ke Lembah Baliem dan temukan budaya khas seperti mumi dan perdagangan, dan fesyen pakaian tradisional penis koteka yang unik bagi orang-orang suku Dani. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading