Internasional

Apa Itu 'Resesi Seks' yang Jadi Ancaman Ekonomi di AS?

Lifestyle - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
30 October 2019 16:09
Apa Itu 'Resesi Seks' yang Jadi Ancaman Ekonomi di AS?
Jakarta, CNBC IndonesiaResesi diartikan dengan kemerosotan. Dalam ekonomi resesi diartikan sebagai kondisi ketika produk domestik bruto (PDB) menurun selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Tapi bagaimana kalau 'resesi seks'?


Hal ini setidaknya, ditulis jurnalis senior CNBC International AS Jake Novak. Ia menggunakan kata resesi seks untuk menggambarkan bagaimana mood untuk melakukan hubungan seksual dan menikah turun tajam di AS.


Ia melihat penurunan ini semakin besar di kalangan penduduk muda AS. Bahkan ini bisa menjadi ancaman besar bagi PDB negara itu.

"Ini menjadi hal serius yang menyebar ke sejumlah sektor bisnis mulai dari real estate, pakaian hingga kontrasepsi dan berujung pada menurunnya Produk Domsetik Bruto (PDB)," tulisnya sebagaimana dikutip CNBC Indonesia, Rabu (30/10/2019).

Ditegaskannya resesi seks ini setidaknya terjadi karena sejumlah alasan. Pertama, ketakutan akan runtuhnya stabilitas ekonomi karena memiliki pasangan.


Kedua, banyaknya pinjaman anak muda AS untuk membiayai gaya hidup mereka yang tinggi.

Lalu ketiga, munculnya situs porno, video game, media sosial bahkan robot seks yang membuat lelaki tidak tertarik pada wanita untuk berhubungan serius.

Keempat kecenderungan perempuan mencari lelaki yang mapan untuk berumah tangga. Ini membuat perempuan sangat selektif memilih pasangan.

Pada akhirnya, ujarnya, ini semua akan menyebabkan permasalahan serius pada ekonomi AS. Keengganan melakukan seks dan berumah tangga membuat tidak adanya permintaan untuk membeli rumah, membeli barang-barang ritel, bahkan kontrasepsi untuk sekedar berhubungan atau menunda kelahiran.

Ini merupakan ancaman serius bagi demografi AS. "Sex recession merupakan ancaman terbesar dari semua ancaman yang ada," katanya lagi.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading