56% Orang Indonesia Punya Masalah Gigi, Apa Sebabnya?

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 October 2019 20:59
Ini Sebab Orang Rela Keluar Duit Mahal Buat Rawat Gigi

Ini Sebab Orang Rela Keluar Duit Mahal Buat Rawat Gigi

Perawatan gigi dan gusi rupanya dapat meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh ketua acara Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) ke-18 sekaligus dokter gigi Eva Fauziah.

Namun menurutnya, hal-hal yang menyangkut tren mengenai perawatan kesehatan gigi tidak hanya menyoal estetika, tetapi juga kegunaan dan manfaat dari praktik kesehatan gigi tersebut.

"Ada korelasi antara perawatan gigi dengan penampilan estetik yang meningkatkan kepercayaan diri. Tapi lihat juga fungsinya. Kalau gigi berantakan, mengunyah makan juga tidak enak. Sebaliknya kalau bagus, kunyahan dan estetikanya juga jadi bagus," ujar Eva kepada CNBC Indonesia.


Lebih lanjut, menurut Eva, perawatan kawat gigi, selain untuk meratakan gigi, juga berfungsi membantu gigitan pada makanan lebih baik. "Ini akan berpengaruh kemana-mana karena nutrisi dari makanan diproses dari mulut dengan gigi," imbuh Eva.

"Orang melakukan itu karena kebutuhan estetik. Orang ingin giginya rapih. Jadi misalnya kawat, dia ingin susunannya rapih agar pada saat smiling dia bagus. Kalau veneer itu agar gigi putih bersih biar terlihat bagus," lanjutnya.

Tetapi yang utama dari tren perawatan gigi tersebut adalah mulai melakukan perawatan gigi sendiri. "Yang paling bagus sebetulnya adalah gigi bersih dan plak atau karang gigi 6 bulan sekali diperiksa atau dibersihkan atau scaling agar tidak berlubang," ungkapnya.

Untuk harga tren perawatan gigi seperti memasang behel atau veneer gigi, Eva enggan memberitahu.

"Kalau harga, macam-macam. Tergantung kliniknya. Saya tidak bisa ngomong juga. Untuk veneer ataupun bracket itu macam-macam harganya. Yang rumah sakit swasta dan negeri juga macem-macem harganya," tutup Eva. (gus)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading