Waspada! Orang Terpapar Polusi Udara Rentan Terkena ISPA

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 September 2019 14:16
Waspada! Orang Terpapar Polusi Udara Rentan Terkena ISPA
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak pertengahan tahun 2019, Jakarta dan sekitarnya menduduki posisi 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Berdasarkan pantauan dari laman AirVisual.com pada Jumat (13/9/2019), posisi Indonesia turun ke urutan kelima dengan catatan angka 148 berdasarkan AQI (Air Quality Index) atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat.

Ketika dilihat pukul 12:00 WIB, peringkat Jakarta pada AirVisual.com setara nilai polutan sebesar 62.8 µg/m³ dengan perimeter PM 2.5, yang termasuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Dengan kualitas udara seperti ini, dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Fathiyah Isbaniah, dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan Jakarta, membenarkan hal tersebut saat dihubungi oleh CNBC Indonesia.



"Bukan sebagai penyebab ISPA, tapi kualitas udara yang kotor dapat mempermudah penyebarannya. Orang yang terpapar polusi rentan terkena ISPA," ujar Fathiyah.

ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

Sesuai dengan namanya, ISPA menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.


Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala itu adalah, batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sesak napas, demam, dan sakit kepala, serta nyeri otot.



Namun, Fathiyah menjelaskan ISPA tidak berbahaya. Hal itu disebabkan oleh virus yang menjangkit tidak berbahaya.

"Itu bisa sembuh sendiri, tergantung dari daya tahan tubuh pasien. Kalau daya tubuhnya baik, ya cepat sembuh. Paling tiga sampai sampai hari," ungkapnya.

Selain itu, ISPA adalah penyakit musiman yang tiap waktu bisa terjadi dan dapat menjangkit orang lain.

"Saya enggak punya data pasti sih, tapi hampir semua orang bisa kena. Paling rentan itu adalah anak-anak dan lansia. Kadang-kadang gejalanya sama kayak influenza gitu," lanjut Fathiyah.

Ia menyarankan, jika ingin cepat menyembuhkan ISPA, yang pertama harus dilakukan pasien adalah minum air putih yang banyak. Tidak lupa istirahat yang cukup.

"Kalau memang ada tanda-tanda bakteri ya memang harus segera minum obat yang sesuai dengan penyakit. Misalnya pilek ya minum obat pilek, kalau batuk ya minum obat batuk dan lainnya," imbuhnya.

Terakhir, Fathiyah menyarankan untuk tidak dekat-dekat orang yang sedang flu. Jika terkena flu, pasien harus mengenakan masker supaya tidak menulari orang lain.

"Terus yang pasti harus menjaga daya tahan tubuh imunitas kita, dan jangan lupa makan buah dan sayur," tukasnya.

[Gambas:Video CNBC]



(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading