Desainer: Produk China Kuasai Pasar Hijab Indonesia

Lifestyle - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
20 October 2018 22:01
Desainer Restu Anggraini pun mengakui kalau permintaan hijab di dalam negeri tidak pernah menurun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan hijab di Indonesia terus meningkat. Desainer Restu Anggraini pun mengakui kalau permintaan hijab di dalam negeri tidak pernah menurun.

Melihat hal itu, pemilik label ETU tersebut kini sedang fokus untuk menggarap pasar lokal. Ia menilai kalau potensi pasar hijabnya lebih besar dibanding negara lainnya.


"Pasar hijab Indonesia semakin meningkat karena yang pakai jilbab semakin banyak. Potensi pasarnya besar banget. Daripada keduluan negara lain yang menguasai kita mending dari kita untuk kita, kan juga bisa membangun ekonomi kita," papar desainer dengan sapaan akrab Etu itu kepada CNBC Indonesia di Jakarta Fashion Week (JFW) 2019, Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10).


Menurut Etu, produk China yang cukup besar menguasai pasar hijab di Indonesia. Bahkan tanpa menyebut namanya, ia mengatakan ada label lokal populer yang impor bahan dari China sebanyak 200 ribu unit setiap bulan.

Ketika baru mulai membangun bisnis hijabnya, Etu pun mengaku sempat impor produk dari China dan Jepang. Ia memilih China karena harganya sangat murah dan Jepang lebih ke teknologinya.

"China tuh murah banget soalnya dan banyak produsen hijab Indonesia yang impor dari China. Kayak kerudung yang disebut jilbab Saudi itu juga dari China," tambahnya.

Setelah punya bisnis yang sustainable seperti sekarang, Etu memilih untuk berkolaborasi dengan pabrik lokal. Ia mengaku bekerja sama dengan pabrik kain di Bandung dan Solo. Sudah sekitar dua tahun Etu memilih menggunakan produk lokal karena secara kualitas lebih baik.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading