Liputan Khusus

Kucing Liar Ini Harganya Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
08 July 2018 19:09
Kucing Liar Ini Harganya Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Jakarta, CNBC Indonesia - Pecinta kucing liar bernilai ratusan juta masih sangat jarang ditemukan di Indonesia. Ya, pemilik hobi tersebut masih bisa dihitung oleh jari khususnya di dalam negeri.

Salah satu pemilik hobi mahal itu adalah aktor dan pembawa acara Muhammad Fardhan Khan. Pria berdarah Arab ini telah mengoleksi kucing tersebut sejak tahun 2015.

[Gambas:Video CNBC]

Hingga saat ini, Fardhan, sapaan akrabnya, telah memiliki beberapa kucing ras dari berbagai jenis hingga 10 ekor. Salah satu jenis kucing yang paling jelas terlihat adalah kucing savannah.


Fardhan mengaku untuk mendatangkan kucing tersebut ternyata susah-susah gampang. Sebab, dia harus memesan dari luar negeri terlebih dahulu dan harganya tidak murah.

Untuk satu ekor kucing Fardhan bisa menghabiskan dana sekitar US$8.000 (Rp 114,7 juta)-US$25.000. Harga fantastis tersebut sudah termasuk sertifikat dari negara yang mengeluarkan.

"Saya dari dulu suka kucing ternyata ada beberapa kucing hutan bisa dipelihara dan coba bawa ke Indonesia dan kenalkan ke masyarakat. Untuk harga satu kucing itu sekitar US$8.000 sampai US$25.000. Semua kucing saya memiliki sertifikat resmi dari negara yang mengeluarkan," ujar Fardhan kepada CNBC Indonesia baru-baru ini.

Tidak hanya jenis savannah, Fardhan juga memiliki jenis kucing lainnya seperti kucing chausie yang berasal dari persilangan antara kucing hutan dengan kucing domestik. Kucing ini tidak kalah lucu dengan kucing-kucing lainnya.

Untuk biaya makanannya, menurutnya satu ekor kucing bisa menghabiskan biaya Rp 700.000 hingga Rp 1 juta per bulan. Fardhan selalu memberi makan kucing-kucingnya daging unggas dan menghindari ikan.

Sama dengan kucing pada umumnya, perawatan kucing mahal Fardhan tidak jauh berbeda dengan kucing ras lainnya. Fardhan selalu memberikan pakan kering dan juga unggas-unggasan sebanyak 500 gram hingga 1 kg yang diberikan di siang hari. Sesekali, dia pun memberikan daging burung puyuh.

Kucing-kucing ini perlu diajak bermain atau beraktivitas lainnya setidaknya sehari sekali.

Berbicara perawatannya, Fardhan mengaku bahwa memelihara kucing liat ini berbeda dengan anjing karena kucing-kucing itu sudah terbiasa hidup liar di hutan dan akan lebih baik untuk tidak membawanya ke pet shop.



Tidak menjadi lahan bisnis

Meski mahal dan menggiurkan, Fardhan tak berniat untuk membuat bisnis dari kucing mahal ini. Dia tidak beternak lantaran nilai yang tinggi.

Kendati demikian, karena keterbatasan tempat anak-anak kucing yang lahir pun terpaksa dijual. Dan, uang hasil penjual dibuat untuk membeli stok makanan kucing lainnya selama 2-3 bulan ke depan.

"Kita memang selalu melepas anakan (untuk diadopsi). Hampir semua. Kalau tidak [dilepas], kepenuhan kan. Nanti uang penjualan bisa buat beli makanan untuk stok dua hingga tiga bulan ke depan. Tapi saya enggak pernah berpikir jadiin bisnis," kata dia. (prm/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading