Tinggal Gratis di New York dan Nabung Rp 557 Juta, Caranya?

Lifestyle - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
17 June 2018 19:56
Tinggal Gratis di New York dan Nabung Rp 557 Juta, Caranya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk kebanyakan orang, pindah dan tinggal di New York City mungkin terasa tidak mungkin secara finansial karena harga sewa yang membumbung setinggi gedung-gedung pencakar langitnya.

Namun Jen Tserng dapat tinggal di kota yang dijuluki Big Apple ini selama tiga tahun tanpa membayar sewa tempat tinggal. Dia pun dapat menghemat sekitar US$40.000 atau Rp 557 juta per tahun.

Bagaimana dia melakukannya? Tserng, 41 tahun, melakukan pekerjaan menunggu rumah dari satu tempat ke tempat lainnya ketimbang menyewa sebuah apartemen. Dia pun menghasilkan uang dengan mengajak anjing berjalan-jalan sebagai pekerjaan paruh waktu, untuk membayar semua pengeluaran dan menambah tabungannya.


Tserng mengatakan pendapatan kotornya lebih dari US$100.000 atau setara Rp 1,39 miliar dalam setahun. Sekarang dengan bekerja lebih sedikit, dia hanya memperoleh lebih dari US$ 60.000 atau Rp 835,80 juta pada 2017 dan ingin menghasilkan US$80.000 atau Rp 1,11 miliar di tahun 2018.

Inilah sejujurnya, kehidupan nomaden yang sangat menarik, katanya.
"Aku sangat menikmati keleluasaan dan kebebasan untuk bisa hidup di New York tanpa bekerja dengan jam kerja yang gila sehingga saya harus bekerja untuk membayar biaya hidup di New York," kata Tserng kepada CNBC Make It.

Tserng melakukan pekerjaan menjaga rumah, serta setengah dari pekerjaan mengajak jalan-jalan anjing dan menjaga hewan di aplikasi Rover. Aplikasi itu adalah sebuah marketplace bagi para pekerja lepas (freelancer) yang menawarkan jasa perawatan hewan.

Rover baru saja mengumumkan pendanaan senilai $155 juta itu beroperasi di lebih dari 10.000 kota di Amerika Serikat (AS), dari New York City sampai Bismarck di North Dakota. Aplikasi itu juga menampuk 140.000 pengasuh.

Situs aplikasi itu menyatakan perusahaan menerima kurang dari 20% pengasuh potensial. Pengasuh baru diwajibkan untuk lolos dari pemeriksaan latar belakang dasar dan disetujui oleh "spesialis pengasuh" Rover.

Kini setelah Tserng menjadi salah satu pengasuh, dia juga membuat janji lewat teman-teman dan rujukan. Di kota seperti New York, jasanya sangatlah dibutuhkan.

Sementara jadwalnya berfluktuasi, Tserng biasanya memiliki klien rutin selama hari kerja, mengawasi atau mengajak jalan-jalan lima sampai delapan anjing antara pukul 11:00 sampai 15:00. Selama liburan, jumlah itu akan meningkat hingga 15 sampai 20 anjing dan kucing.

Meskipun upah pekerjaan mengajak jalan-jalan anjing di Rover dimulai dengan tarif serendah US$20 untuk berjalan selama 30 menit, Tserng memasang tarif US$50 per jam.

Kemudian, muncul pekerjaan menunggu rumah yang menguntungkan. Rata-rata durasi menunggu rumah, kata Tserng, adalah sekitar lima hari. Namun, durasinya berkisar antara tiga sampai 12 hari.

Dia mematok harga mulai dari US$45 sampai US$73 per malam dan hal itu membuatnya terhindar dari kewajiban membayar biaya sewa apartemen yang sangat mahal. Sebagai catatan, rata-rata harga sewa bulanan untuk sebuah apartemen dengan satu kamar tidur di Manhattan adalah US$3.756.

"Masa liburan adalah musim tersibuk untuk menunggu rumah," katanya.

Namun di kota sibuk seperti New York atau kota besar seperti Seattle, di mana dia tinggal dan mengajak jalan-jalan anjing, orang-orang selalu bepergian. "Jadi aku lumayan sibuk menunggu rumah setiap akhir pekan, tergantung berapa banyak hari kerja yang termasuk di dalamnya," kata Tserng.

Tserng belum memiliki tempat tinggal tetap atau menyewa secara bulanan selama bertahun-tahun. Dia hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dibayar untuk tinggal di New York City. Tserng biasanya menjaga rumah di pemukiman mewah dan mahal Chelsea di Manhattan. Selama ini dia tinggal di tempat-tempat mewah dengan pemandangan bagus, kolam renang di atas atap dan teras pribadi.

Jika Tserng tidak dapat menunggu rumah dalam satu malam, dia memilih untuk menginap di hotel atau menumpang keluarganya di Flushing, Queens. Tserng berkata hal ini bisa terjadi lima sampai 10 kali dalam sebulan, jadi dia menetapkan anggaran menginap sebesar $1.000 per bulan yang selalu bisa tercukupi.

Dia menggunakan situs Travelocity dan Priceline untuk mendapatkan penawaran terbaik. Dia juga berkata Hampton Inns yang bertebaran di seluruh Manhattan adalah salah satu favoritnya karena tarif murah dan sarapan gratis.

"Sisi lain dari pekerjaan menunggu rumah adalah ketika orang-orang tidak bepergian, hotel sebenarnya sangat murah di kota ini" karena bukan musim sepi, kata Tserng. "Jadi aku bisa mendapatkan sebuah hotel dengan tarif sekitar $100 termasuk biaya lain."

Karena banyak pengeluaran lain, mulai dari kertas toilet sampai tagihan utilitas, tidak perlu dipikirkan lagi berkat pekerjaan menunggu rumah, Tserng berkata dia biasanya hanya perlu membayar pulsa ponsel dan makanan.

Belakangan ini, dia memiliki satu unit penyimpanan kecil di Chelsea untuk menaruh beberapa koper dan menukar pakaian musiman. Namun, Tserng tidak membawa begitu banyak barang saat bepergian. Dia biasanya hanya membata satu koper yang bisa dibawa-bawa setiap kali singgah atau menginap.

Dia paham bahwa gaya hidup ini kemungkinan akan terasa menekan bagi beberapa orang, tapi itu berhasil untuknya. "Jika seseorang benar-benar membutuhkan tempat tinggal tetap atau perlu sebuah tempat untuk menaruh barang-barang Anda, (gaya hidup ini) mungkin akan sangat menekan bagi kebanyakan orang," katanya. "Aku lajang, tidak punya anak, jadi cara ini cocok dengan gaya hidupku," tambahnya.

Dengan tarif yang ditetapkan Tserng, jika dia mendapatkan pekerjaan 40 jam per minggu, dia bisa menghasilkan $104.00 per tahun (dan membayar liburan, asuransi kesehatan dan pajak).

"Tapi aku tidak mau bekerja terlalu keras," jelas Tserng. "Aku mengantisipasi menghasilkan sekitar $80.000 tahun ini, sebagian besar akan masuk ke tabungan."

Tserng mengatakan biasanya dia menghasilkan sekitar $180 per hari dan bekerja tujuh hari dalam sepekan, kemungkinan dia memperoleh $120 jika bisnis agak sepi. Dia berkata menghasilkan uang paling banyak dalam berbagai hari libur, mulai dari Tahun Baru sampai Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan AS, Hari Buruh, Hari Pengucapan Syukur dan Natal. Di hari libur itu dia bisa menghasilkan sampai lebih dari $350 per hari. Dia memperhitungkan waktu ketika mengambil hari libur, katanya.

Semua pemasukan itu ditambah dengan pengeluaran Tserng yang tidak terlalu banyak membuatnya menyimpan uang yang cukup banyak. Dia berkata tujuannya adalah menabung US$40.000 sampai US$50.000 per tahun. Tahun lalu, dia berhasil meraih tujuan itu sembari mampu berlibur selama 10 minggu, katanya. Meskipun begitu, tujuan akhirnya adalah mendapatkan tabungan sebanyak $500.000.

"Aku tidak pernah benar-benar memiliki peluang untuk menabung sebelumnya, jadi ini seperti permainan kecil yang menyenangkan," katanya. "Aku hanya menabung jadi jika kapanpun aku sakit atau bosan dengan New York, aku punya uang tunai dan punya pilihan."

Tserng sendiri memiliki gelar sarjana dari Miami University di Oxford, Ohio. Dia juga memiliki gelar kedokteran, dari University of Toledo. Dia mulai bekerja dengan Rover di tahun 2012 sembari bekerja di Seattle sebagai seorang asisten pemerika medis. Aplikasi Rover sendiri diluncurkan tahun 2011.

"Aku tinggal di kota seorang diri, jadi saya memulai Rover hanya sebagai penghasilan tambahan untuk bantu membayar tagihan supaya hidup lebih nyaman," kata Tserng. "Jadi aku di Seattle melakukan Rover, dan setelah kontrak [pekerjaan] selesai, saya memutuskan untuk mencoba pekerjaan menjaga hewan penuh waktu hanya supaya saya bisa nongkrong di pesisir barat sedikit lebih lama."

Dia melakukan pekerjaan itu penuh waktu selama tiga tahun sebelum pindah ke New York City di tahun 2015. Di sana, Tserng mengajar kelas latihan dan kembali menopang kehidupannya lewat pekerjaan mengajak jalan-jalan anjing dan menunggu rumah.

"Rencanaku ketika pindah ke New York, aku memiliki beberapa ratus ulasan dari klien sebelumnya [di Rover], mencoba mencari pekerjaan menunggu rumah di kota itu, dan aku sedikit terkejut karena ternyata itu berhasil," kata Tserng. Tserng masih mengajar beberapa kelas latihan dalam seminggu, tapi itu adalah sumber penghasilan yang bisa diabaikan.

Untuk faktor keamanan menunggu rumah, Tserng berkata biasanya itu bukan hal yang mengkhawatirkan untuknya karena sebagian besar apartemen yang dia singgahi ada di gedung dengan penjaga pintu. (Untuk pekerjaan Rover, perusahaan menawarkan layanan bantuan darurat selama 24 jam seminggu dan merekomendasikan klien maupun penjaga untuk melakukan "pertemuan" sebelum memesan jasa apapun.)

"Cukup mengerikan, meninggalkan tempat tinggal dan membuang segalanya, kemudian memutuskan untuk menunggu rumah," kata Tserng. Namun baginya, ketidakpastian adalah bagian dari daya tarik gaya hidup ini.

"Kekurangan terbesar adalah mencoba mencari tahu di mana aku akan singgah ketika tidak ada pekerjaan menunggu rumah," katanya. "Namun, aku juga sangat menyukai petualangan itu dan pemecahan masalah."

Seiring dengan sensasi petualangan itu, Tserng berkata gaya hidup nomadennya telah mendorong kehidupan sosialnya. "Ketika aku tidak memiliki pesanan menjaga rumah, aku menjelajahi kota, bertemu dengan teman-teman dan bertemu orang-orang baru," katanya.

"Atau jika ada periode ketika tidak ada pesanan menjaga rumah, aku akan mengambil peluang untuk bepergian."

Untuk saat ini, Tserng tidak memiliki rencana apapun untuk meninggalkan pekerjaannya di Rover karena dia menikmatinya. Rencana pensiun jangka pendeknya adalah terus melakukannya untuk 10 sampai 15 tahun mendatang, tergantung berapa banyak uang yang dia tabung.

"Ada juga situs menjaga rumah internasional," kata Tserng. "Jadi, ku pikir aku akan berkarir sebagai penjaga rumah dan berkeliling dunia."

"Aplikasi ini tidak ada 10 tahun lalu, jadi hal-hal seperti ini bahkan bukanlah pilihan ketika aku berkuliah di sekolah kedokteran," tambahnya. "Aku jauh lebih bahagia sekarang dibandingkan ketika aku bekerja untuk orang lain." (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading