Tips 'Work Smarter and More Productive' di 2018

Lifestyle - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
11 January 2018 - 12:20
Tips 'Work Smarter and More Productive' di 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini kebanyakan masyarakat memang bekerja dengan waktu yang lebih lama jika dibandingkan aktivitas lainnya. Mereka hanya mengambil sedikit waktu untuk berlibur dan tidak memiliki hak cuti berbayar untuk urusan keluarga.

Bahkan, banyak juga karyawan membawa pulang pekerjaan mereka ke rumah, juga memeriksa surat elektronik (surel) di luar jam kerja dan akhir pekan. Apalagi bagi masyarakat di negara maju seperti AS.

Khusus bagi wagra negara AS, hal tersebut memunculkan anggapan bahwa AS adalah negara paling produktif di dunia, namun data justru mengatakan sebaliknya. Berdasarkan riset dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang dilansir oleh CNBC, AS berada pada posisi kelima untuk kategori produktivitas pada tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (GDP) per jam kerja – meskipun jumlah jam kerjanya lebih dari empat negara Eropa yang berada di atasnya.


Bahkan, riset membuktikan bahwa jam kerja panjang justru menyebabkan karyawan menjadi kurang produktif. Karyawan yang bekerja 70 jam per minggu menghasilkan tidak lebih dari mereka yang bekerja 55 jam per minggu, artinya mereka sudah membuang 15 jam yang berharga. Jam kerja panjang juga dapat meningkatkan potensi masalah kesehatan, termasuk risiko stroke dan penyakit jantung.

Meskipun mereka yang bekerja dengan jam kerja panjang mungkin memiliki hari kerja yang lebih pendek, hal itu tetap saja akan sulit untuk diimbangi. Idealnya, mereka dapat menampilkan bukti ini pada atasan untuk memperoleh dukungan. Namun, jika hal tersebut tidak memungkinkan, cara-cara berikut ini dapat digunakan untuk memanfaatkan waktu serta meningkatkan produktivitas.

Mulai dengan sesuatu yang kecil (dan realistis)

“Banyak yang mengejar produktivitas melalui buku atau aplikasi, hanya mengharapkan informasi dan teknologi untuk membuat mereka lebih produktif. Awalnya itu semua akan terasa sangat membantu, namun biasanya mereka akan gagal [mencapai produktivitas],” tulis Matt Plummer di Harvard Business Review.

“Masalahnya adalah menjadi lebih produktif itu lebih mirip dengan mengurangi berat badan daripada mengingat nama-nama presiden – produktivitas adalah produk dari perubahan tingkah laku atau gaya hidup, bukan pengetahuan. Maka dari itu, kunci untuk menjadi lebih produktif adalah dengan mengganti kebiasaan-kebiasaan kecil (misalnya mengembangkan kebiasaan baru) dan berpegang pada perubahan itu dari waktu ke waktu.”

Dengan kata lain, hindari berkomitmen untuk bangun dua jam lebih awal setiap pagi untuk lari jika kenyataannya kamu selalu tidur tengah malam dan jarang berjalan kaki. Mulai dengan hal kecil dan fokus untuk mengubah kebiasaan perlahan-lahan.

Hindari membuka ponsel ketika bangun tidur

Ini adalah salah satu perubahan kecil: hindari melihat ponsel ketika bangun tidur. Hindari pula mengecek surat elektronik (surel), membaca berita atau melihat beranda sosial media. Biarkan ponsel kamu berada di tempatnya sampai kamu betul-betul terbangun dan siap menghadapi hari.

Akan lebih baik jika kamu tidak membawa ponsel ke kamar tidur sama sekali karena alat-alat elektronik seperti ponsel memancarkan sinar biru yang dapat menganggu produksi melatonin dan proses tidur.

Cari pilihan pekerjaan dengan waktu yang fleksibel

Sembilan puluh tiga persen pekerja mengatakan bahwa mereka jadi lebih produktif ketika bekerja di luar kantor. Berangkatlah ke kantor satu atau dua hari dalam seminggu, maka kamu dapat meningkatkan produktivitas sembari mengurangi waktu di jalan(serta biaya).

Jika bos kamu tidak mengizinkan hal tersebut, mintalah jadwal yang fleksibel. Misalnya, datang satu jam lebih awal (dan pulang lebih awal) sehingga kamu bisa menghemat waktu di jalan tanpa terkena macet. Ditambah lagi, akan lebih mudah untuk bekerja ketika kantor masih sepi.

Berhenti mengerjakan tugas ganda

Mungkin kamu menganggap dirimu sebagai orang yang mampu mengerjakan berbagai tugas dalam satu waktu, tetapi sains mengatakan anggapan itu keliru.
Hampir semua orang yang sibuk dengan tugas ganda tidak mengerjakannya dalam waktu yang bersamaan. Mereka menukar alias bolak-balik dari tugas satu ke yang lainnya. Hal tersebut memangkas hingga 40% dari produktivitas kamu per hari, tergantung dari berapa banyak tugas yang kamu tangani.

Maka dari itu, jika memungkinkan, atur hari untuk fokus pada proyek satu per satu – atau bagi tugas tersebut menjadi beberapa tahapan, jadi kamu tetap mengerjakan berbagai tugas pada waktu yang hampir bersamaan.

Prioritaskan kesehatanmu

Ketika jam kerja padat, banyak yang lebih memilih untuk membatasi diri sendiri seperti melewatkan olahraga, tidur sampai tengah malam atau mengkonsumsi makanan kecil yang kurang sehat daripada makanan berat.

Hentikan kebiasakan untuk menempatkan dirimu di posisi terakhir. Masukkan tujuan kesehatan yang realistis ke dalam jadwal kamu, fokus pada aktivitas-aktivitas kecil yang lebih mudah untuk dilakukan. Misalnya, mungkin satu jam berolahraga di gym tidak bisa dilakukan setiap hari, tapi jalan kaki selama setengah jam untuk beli makan siang akan sangat mudah untuk direalisasikan. Meditasi dan konsentrasi juga mudah untuk dilakukan, intinya mulai dengan hal yang kecil.

Ingat, kamu tidak bisa produktif jika sering terlalu stress, lelah atau sakit. Sediakan waktu sedikit untuk dirimu sendiri maka beban kamu pun akan berkurang. (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading