Simak! Kiat Memilih Asuransi Bagi Yang Masih Lajang

Investment - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
25 November 2021 18:54
Ilustrasi Perencanaan Keuangan (Dok: Freepik) Foto: Ilustrasi Perencanaan Keuangan (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asuransi dibutuhkan bukan hanya untuk mereka yang sudah berkeluarga, namun juga mereka yang masih lajang. Pasalnya, baik mereka yang sudah berkeluarga maupun lajang memiliki risiko yang sama.

Namun, dalam memilih asuransi, apapun jenisnya, terdapat beragam hal yang wajib dipertimbangkan agar bisa mendapatkan produk yang terbaik. Dengan kondisi finansial, kebutuhan, serta risiko masalah berbeda-beda yang mungkin terjadi pada setiap orang, memilih asuransi tidak memiliki rumus baku yang bisa dijadikan acuan pasti.

Secara umum asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah jenis asuransi utama yang wajib dimiliki, beragam tawaran berbeda dari perusahaan asuransi dengan sederet kelebihan dan kekurangannya sering memunculkan perasaan ragu saat memilih asuransi. Pada dasarnya, memilih produk asuransi yang tepat tidaklah sulit asal memahami kondisi finansial dan jenis perlindungan seperti apa yang dibutuhkan.


Terlebih para lajang yang masih belum terlalu banyak memiliki tanggungan dan bisa lebih luwes mengatur keuangannya sendiri. Nah, agar lebih mudah dan tidak dibuat pusing dalam menentukan produk asuransi seperti apa yang terbaik untuk dimiliki, simak 4 tips memilihnya sesuai kebutuhan dan kondisi finansial berikut ini:

1. Ketahui Budget yang Tersedia untuk Kebutuhan Asuransi
Bagi yang masih berstatus single, mengatur finansial seharusnya bukanlah sesuatu hal yang rumit. Alasannya karena mungkin hanya perlu mencukupi kebutuhan sendiri dan belum memiliki tanggungan yang terlalu banyak selayaknya mereka yang sudah berkeluarga.

Namun, tak peduli bagaimana kondisi keuangan saat ini, usahakan selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan asuransi ini. Hitung berapa pemasukan serta pengeluaran rutin tiap bulan, dan pertimbangkan jumlah dana yang bisa disisihkan untuk premi asuransi.

Idealnya, sisakan sekitar 5 hingga 10% dari gaji bulanan untuk keperluan asuransi ini. Jika memang dana yang bisa disisihkan lebih banyak, tidak ada salahnya untuk menambah budget untuk premi asuransi, asal pos keuangan wajib dan penting lain telah terpenuhi semuanya.

2. Jangan Lupa Siapkan Dana Darurat
Dana darurat adalah salah satu pos keuangan yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Tujuan dari pos keuangan ini adalah untuk mengantisipasi pengeluaran masif atau masalah finansial yang mungkin saja datang secara tiba-tiba, seperti, PHK, biaya rumah sakit, renovasi rumah, dan sebagainya.

Sebelum menyiapkan asuransi, sudah seharusnya telah memiliki dana darurat dengan nominal paling tidak 6 kali pengeluaran tiap bulan. Setelah pos keuangan ini terkumpul, pertimbangkan untuk memilih asuransi jiwa atau asuransi kesehatan lebih dulu sesuai kebutuhan dan kondisi. Bila memungkinkan, langsung siapkan kedua jenis asuransi tersebut sekaligus agar mampu mendapatkan perlindungannya dengan lebih cepat.

3. Pilih Asuransi yang Berikan Perlindungan Sesuai Kebutuhan
Telusuri setiap produk asuransi yang ditawarkan oleh sejumlah perusahaan dan bandingkan kelebihan serta kekurangannya. Tak kalah pentingnya, lihat pula ulasan produk asuransi di internet maupun sumber lainnya yang terpercaya.

Beberapa cara untuk mengetahui informasi terkait produk asuransi yang bakal dipilih adalah melalui situs personal finance, maupun situs resmi perusahaan asuransi serta menghubungi pihak sales secara langsung. Yang penting, jangan mudah tergiur dengan tawaran asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan yang belum terjamin kualitas, kredibilitas, dan legalitasnya. Juga, cek status terdaftar dari penyedia layanan asuransi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, saat tertarik dengan sebuah produk asuransi, cari tahu bagaimana cara perusahaan asuransi dalam menanggapi klaim perlindungan dari nasabahnya. Apakah dijalankan dengan mudah dan lancar, ataukah dipersulit dan perlu melalui syarat serta prosedur yang berbelit-belit.

4. Cek Kondisi Medis dan Riwayat Kesehatan Selama Ini
Terkait pemilihan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, ada baiknya untuk mengecek terlebih dahulu kondisi medis dan riwayat kesehatan selama ini. Adakah riwayat penyakit turun temurun atau penyakit kritis yang sampai mengharuskan menjalani proses opname.

Dalam kondisi demikian, perlu menyegerakan pengajuan asuransi jiwa atau asuransi kesehatan agar keuangan terlindungi dari risiko tersebut. Bila perlu, cari produk asuransi yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis yang derita agar manfaatnya lebih optimal didapatkan. Ingat, memilih produk asuransi dengan biaya premi yang sedikit lebih mahal jauh lebih baik asal mendapatkan proteksi ekstra dan sesuai dengan kebutuhan.

Namun, kembali lagi, pastikan pembayaran premi asuransi tidak terlalu membebani finansial hingga kesulitan memenuhi kebutuhan lain yang tak kalah pentingnya.

5. Lakukan Evaluasi Berkala
Bagi setiap orang, tak terkecuali yang berstatus single, kondisi keuangan, kebutuhan perlindungan, dan beragam hal lainnya akan terus mengalami perubahan. Oleh karena itu, lakukan evaluasi berkala terhadap kebutuhan asuransi agar bisa mendapatkan manfaatnya yang terbaik setiap waktu. Yang terpenting, jangan sampai terlambat mengajukan produk keuangan tersebut hingga terlanjur terkena risikonya lebih dulu sebelum mendapatkan perlindungan karena bisa berakibat fatal bagi finansial.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading