InvesTime

Investor Waswas Stagflasi China, Saham Apa yang Bisa Diburu?

Investment - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 November 2021 09:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para investor saat ini sedang khawatir dengan tanda-tanda stagflasi dalam perekonomian China. Seperti diketahui China merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia.

Hal itu terungkap dalam data yang disampaikan Biro Statistik Nasional China (NBS) di mana inflasi tingkat produsen (Producer Price Index/PPI) China melonjak tajam.

Pada September 2021, PPI China mencapai 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah rekor tertinggi setidaknya sejak 1996.


Saat tekanan inflasi mulai terasa, output perekonomian malah melambat. Ini terlihat dari aktivitas manufaktur yang dicerminkan dengan Purchasing Managers' Index (PMI).

Biro Statistik Nasional China (NBS) melaporkan PMI manufaktur periode Oktober 2021 adalah 49,2, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 49,6, sekaligus jadi terendah sejak Februari 2020.

Menurut pengamat, ekonomi yang melambat tetapi inflasi tinggi inilah yang dikenal dengan istilah stagflasi dan menjadi 'mimpi buruk' bagi china, karena pelaku ekonomi harus membayar mahal demi pertumbuhan ekonomi yang biasa saja.

Jika stagflasi terjadi maka hal ini bisa berdampak buruk bagi perdagangan pasar saham global.

Namun Mino, Analis Indo Premier Sekuritas menyebut bahwa meskipun stagflasi menjadi kekhawatiran bagi investor, tetapi ada beberapa saham yang diambil investor untuk memperkecil risiko dari fenomena stagflasi.

"Sektor yang berbasis konsumer atau lebih kebutuhan pokok kaya ICBP [Indofood CBP Sukses Makmur]. Selain itu, emiten telekomunikasi kuat juga," ujar Mino saat dalam program InvesTime CNBC Indonesia, Senin malam (15/11/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sektor konsumsi merupakan sektor yang defensif di mana produk-produk konsumsi tetap dipakai masyarakat.

Selain itu, untuk telekomunikasi bisa memilih saham market leader yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) atau PT Indosat Tbk (ISAT).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading