InvesTime

Naksir Reksa Dana Saham, Syariah atau Konvensional nih?

Investment - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 September 2021 19:00
Reksa Dana

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu tipe reksa dana yang dinilai bisa menjadi pilihan di saat ini ialah reksa dana saham syariah yang merupakan produk reksa dana dengan mayoritas underlying saham-saham yang masuk daftar efek syariah (DES) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut fund manager, reksa dana saham syariah dinilai akan memberikan kinerja yang positif seiring dengan pemulihan ekonomi yang mulai terjadi, sebab saham-saham di kelompok ini dinilai mulai memberi potensi yang positif karena terdiri dari emiten yang kondisi keuangan yang lebih sehat dibanding dengan emiten non syariah.

Head of Investment and Research PT BNI Asset Management Yekti Dewanti mengatakan sejak awal tahun memang Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) memiliki kinerja yang kurang memuaskan.


Namun sejak awal bulan, terjadi perubahan dan indeks saham syariah, yang diwakili oleh JII yang mulai menunjukkan kinerja yang positif.

"Ini menunjukkan ada semacam rotasi, beberapa rotasi kembali seiring dengan tema ada reopening ekonomi khususnya, beberapa saham dan sektor yang menjadi konstituen utama di Islamic Index ini kembali terlihat perform," katanya dalam program Investime CNBC Indonesia, pekan ini.

"Karena sharia index ini kita melihat sangat bagus karena terdiri atas emiten yang sudah melalui satu screening dari sisi rasio utang yang lebih moderat dibanding emiten non-syariah," kata Yekti.

"Jadi secara fundamental dan secara cash flow [arus kas], balance sheet [neraca] harusnya saham-saham syariah ini strong. Jadi siap untuk kembali meningkat potensi revenue maupun earning-nya [laba] di saat ekonomi kembali recovery," lanjutnya.

Mulai terjadinya pembalikan ini ditandai dengan kinerja indeks saham syariah secara month to date (mtd) yang menguat 0,55% hingga Selasa (14/9/2021) lalu.

Kenaikan ini berhasil mengalahkan kinerja Indeks LQ45 yang naik 0,44% dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang -0,34%.

Secara garis besar, Yekti menyebut kinerja reksa dana ke depan akan membaik di akhir tahun nanti, sebab dalam satu hingga dua bulan ke depan pasar dinilai masih akan memiliki volatilitas yang cukup tinggi.

Sebab secara jangka pendek masih terdapat sentimen yang membuat investor memilih untuk risk off terlebih dahulu dari pasar, seperti kebijakan The Fed, bank sentral Amerika Serikat, mengenai rencana tapering (pengurangan pembelian aset) dan isu kenaikan pajak di AS.

Namun jelang akhir tahun dinilai akan mulai terlihat perbaikan kinerja investasi portofolio, saham dan obligasi, yang sejalan dengan mulai dilakukan pembukaan ekonomi secara bertahap setelah sebelumnya diterapkan PPKM yang membatasi kegiatan masyarakat

"Dan kami melihat di kuartal empat, November-Desember merupakan potensi kenaikan nilai investasi yang menarik di saham dan obligasi," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading