Proyeksi

Borong Emas Bulan Ini Bakal Cuan, Tingkat Keyakinan 90%!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
16 September 2021 17:30
FILE PHOTO: Gold bullions are displayed at GoldSilver Central's office in Singapore June 19, 2017. Picture taken June 19, 2017.  REUTERS/Edgar Su/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia lagi-lagi kesulitan bertahan di atas US$ 1.800/troy ons. Selasa lalu, emas ini sempat melesat 0,6% ke US$ 1.804/troy ons, tetapi Rabu kemarin (15/9) malah jeblok 0,65%. Sementara sepanjang September emas dunia mencatat pelemahan 1,16%.

September dikatakan menjadi bulan yang baik bagi emas oleh World Gold Council (WGC). WGC jarang memberikan pendapat kapan waktu yang tepat untuk membeli emas. Tetapi, dalam laporannya terbarunya WGC memberikan "bisikan".

"September menjadi salah satu bulan yang secara historis terbaik untuk harga emas, dan ini bisa memberikan peluang bagi investor memasuki kuartal IV tahun ini" kata WGC dalam laporan terbarunya., sebagaimana dilansir Kitco, Senin (13/9).


Analisis dari WGC menunjukkan emas memberikan cuan atau return yang positif di bulan September "dengan tingkat keyakinan" hampir 90%.

Dua pemicu utama proyeksi kenaikan harga tersebut adalah permintaan fisik yang kuat serta untuk investasi. Khusus untuk bulan ini, WGC juga melihat potensi kenaikan harga emas sebab kurangnya price action di bulan Agustus, selain flash crash yang terjadi pada 9 Agustus lalu. Saat itu, harga emas jeblok hingga 4% dalam kurang dari 15 menit saja.

WGC juga menjelaskan flash crash tersebut terjadi akibat faktor teknikal dan likuiditas yang rendah.

"Flash crash terjadi selama periode dimana likuiditas rendah di pasar global di semua aset. Kemudian ada faktor teknikal, yakni death cross dimana rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50) yang menyilang MA 200. Kemudian yang kedua, penurunan harga yang cepat memicu order stop loss yang membuat emas efek bola salju," kata WGC.

Lembaga yang berbasis di London ini mengatakan sepanjang bulan Agustus terjadi capital outflow dari exchange trade fund (ETF) berbasis emas senilai US$ 1,8 miliar. Nilai tersebut setara 22,4 ton emas.

"Emas menghadapi tantangan besar di bulan Agustus, akibat dolar AS yang menguat dan yield Treasury yang naik, yang membebani aliran investasi ke emas, bahkan memicu aksi jual," kata analis di WGC.

Sepanjang tahun ini, outflow juga sangat besar. 141 ton emas dilaporkan "menguap" dari pasar ETF. Para analis menyatakan agar emas bisa kembali ke US$ 2.000/troy ons di akhir tahun nanti, tren outflow tersebut harus bisa berbalik menjadi inflow.

Analis dari WGC melihat emas memang sedang menghadapi tantangan yang berat, tetapi ada juga yang mendukung seperti volatilitas di pasar saham, serta inflasi yang tinggi.

"Emas masih menjadi aset yang berharga bagi investor yang melihat jangka panjang, sebab pasar saham negara berkembang kembali lemah begitu juga dengan inflasi yang tinggi akan menopang harga emas," kata analis tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading