InvesTime

Target Dividen BUMN Rp 35 T di 2022, Saham BUMN Menarik Gak?

Investment - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
19 August 2021 11:20
HUT BUMN (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan dividen dari perusahaan BUMN akan sebesar Rp 35,6 triliun, dalam RAPBN 2022, atau meningkat dari outlook dividen BUMN pada 2021 yang sebesar Rp 30 triliun.

Lalu bagaimana prospek emiten-emiten BUMN yang sahamnya sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), apakah cukup menarik dikoleksi?

Analis Senior Bidang Teknikal PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih mengungkapkan, dari catatannya berdasarkan indeks BUMN 20, saat ini tren saham-saham BUMN memang sedang menurun.


"Mulai sideways dari Juli, dari awal tahun trennya turun. Tapi itu sejalan dengan indeks. Jadi, sudah mulai bergerak sideways dan tinggal kita lihat, apakah trennya berubah jadi naik atau tidak. Karena sideways itu belum tentu juga naik atau turun," jelas Alfatih dalam program InvestTime CNBC Indonesia, dikutip Kamis (19/8/2021).

IDX BUMN 20 adalah indeks saham unggulan yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan BUMN, BUMD, dan afiliasinya.

"Tentang prospeknya, mungkin kita harus lihat satu persatu, saham BUMN itu mendapatkannya berapa [di harga saham berapa] dan kinerja yang terjadi juga berapa," kata Alfatih melanjutkan.

Pasalnya, kata Alfatih, terkadang meskipun BUMN sudah mendapat suntikan [penyertaan modal negara/PMN], namun kinerjanya masih belum membaik, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Alfatih juga mencermati, berdasarkan pengumuman pemerintah, BUMN sektor kesehatan saat ini trennya mengalami penurunan kinerja.

"Sebelumnya ada penyertaan modal negara, tapi tahun ini dan tahun depan gak ada penyertaan modal. Jadi ada penurunan yang cukup drastis dengan masuknya dana pemerintah di sana," ujarnya.

"Jadi, mungkin efeknya secara umum, misalnya sektor infrastruktur gak banyak berubah. Dia dapat suntikan dan kinerjanya tergantung seperti apa masing-masing." jelas Alfatih.

"Karena dengan kemarin ini, banyak pembangunan infrastruktur yang direm (dihentikan sementara)," katanya melanjutkan.

Beberapa BUMN yang sudah tercatat di BEI, di antaranya empat bank kakap BUMN (BRI, Mandiri, BNI, BTN), lalu empat BUMN konstruksi (WSKT, WIKA, ADHI, PTPP), holding Grup Semen Indonesia (SMGR), hingga sejumlah emiten BUMN lainnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading