InvesTime

Pelan tapi Pasti, Begini Jurus Jitu Menuju Merdeka Finansial

Investment - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
18 August 2021 17:45
Milenial

Jakarta, CNBC Indonesia - Istilah merdeka finansial belakangan makin keras terdengar dan banyak yang bertanya apa sebenarnya maksud dari istilah tersebut.

Perencana Keuangan dari Mitra rencana Edukasi, Mike Rini mengatakan, dalam perencanaan keuangan, merdeka finansial berarti kondisi di mana seseorang dapat membayar kebutuhan hidup setiap bulannya tanpa harus bekerja.

"Secara perencana keuangan artinya punya pasif income dan cukup membayar biaya rutin. Kalau sudah punya itu, sudah siap merdeka finansial," ujarnya kepada CNBC Indonesia dalam program InvesTime, Senin (16/8).


Pengertian lainnya menurut Mike, merdeka finansial bisa diartikan pula kondisi seseorang yang memiliki biaya hidup setengah pendapatan, memiliki investasi dari penghasilan sampingan, bebas utang hingga persoalan dana darurat yang sudah aman.

"Investasi penghasilan sampingan, total pendapatan di luar gajinya, 50% dari penghasilan, sudah bisa merdeka finansial. Sudah bebas utang juga, emergency fund sudah siap. Dan sudah harus punya asuransi jiwa fully cover," imbuhnya.

Namun yang pasti, lanjutnya, saat kondisi seseorang merdeka finansial artinya sudah terbebas dari utang. Meskipun memiliki utang kartu kredit, orang tersebut siap melunasi saat ada tagihan.

Menuju merdeka finansial ini menurutnya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan, tak jarang biasanya dilakukan dengan memiliki beberapa utang untuk properti dalam hal ini KPR.

"Menuju bebas finansial, perlu membeli rumah, tagihan tertentu boleh saja asal saat masuk pensiun, harus sudah bebas. Ini kondisi yang disyaratkan merdeka finansial. Apakah di masa depan bisa bayar utang atau tidak. Utang boleh saja, mengumpulkan aset. Misal KPR, beli properti untuk hasilkan rental income," jelasnya lagi.

Cara berikutnya adalah melalui investasi. Saat persiapan merdeka finansial ini perlu strategi investasi jangka panjang. Misalnya dengan instrumen berbasis reksadana saham, ke saham langsung hingga emas.

"Masa persiapan pengumpulan dana agar bisa pasif income, perlu dialokasikan ke instrumen keuangan yang pertumbuhannya tinggi. Instrumen investasi berbasis saham," jelasnya.

Investasi ini tentunya harus memperhatikan profil risiko, sebab orang yang satu dengan yang lainnya akan sangat berbeda. Ada tipe konservatif, moderat hingga agresif di mana 'obat' dari ketiganya adalah diversifikasi.

"Kalau anda konservatif, jangan maunya aman terus di tabungan. Kalau anda konservatif, sebagian besar 50-70% dana investasi setiap bulan itu dialokasikan di tempat yang aman. Tabungan, deposito, obligasi (ORI). Sisanya tetap bertumbuh di tempat yang tumbuh tinggi, contohnya berbasis saham, reksa dana saham atau saham," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading