InvesTime

Mau Borong Saham Teknologi & Bank Mini, Perhatikan Ini Dulu!

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 June 2021 09:30
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham di sektor teknologi dan bank-bank kecil (modal inti antara Rp 2-5 triliun) saat ini menjadi salah satu yang cukup populer diburu investor di pasar modal Tanah Air.

Founder Emtrade, Ellen May menilai, perlu kecermatan bagi investor yang ingin berinvestasi di kedua sektor ini. Sebab, saat ini sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) bila dilihat secara fundamental bisnisnya, belum ada yang cukup kuat. Sedangkan, untuk saham-saham bank mini atau bank umum kelompok usaha (BUKU) II, Ellen menyarankan untuk trading jangka pendek.

"Saham bank mini be careful, meskipun cerita akuisisi menarik. ARTO [Bank Jago] story masih menarik, saya lebih pilih trading saja," kata Ellen, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia dalam program InvesTime, Selasa (8/6/2021).


Ia pun menilai, investor bisa mengatur porsi portofolio di kedua sektor ini agar tidak terlalu besar, sehingga saat terjadi kerugian, investor tidak kehilangan seluruh uangnya.

"Money management penting. Jangan pakai all in uang di sini, jadi kalau masuk, hanya 10% dari total portofolio, itu kalau rugi gak akan terlalu sakit hati," katanya.

Ellen juga berpendapat, tren saham-saham teknologi di Indonesia musiman aja, meskipun sekarang sudah ada indeks yang menaungi emiten di sektor ini di BEI melalui IDX-TECHNO.

"Sifatnya lagi hype aja, beda dengan di AS, di AS yang big caps [kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun] memang perusahaan tekno mendominasi, di Indonesia perusahaan big caps itu dari banking," katanya.

Dengan demikian, kata Ellen akan perlu waktu yang cukup laman agar bursa saham Indonesia bisa mengejar seperti Bursa Nasdaq di mana daftar perusahaan teratas mereka diisi oleh pemain teknologi besar dunia.

Sementara itu, dalam dialog yang sama, Founder Creative Trading System, Argha Jonathan Karo-Karo berpendapat, berinvestasi di kedua saham ini berisiko tinggi, oleh karena itu perlu kecermatan bagi investor.

Ia menyarankan, saham-saham bank mini akan relatif diuntungkan dengan regulasi yang nantinya akan diterbitkan oleh OJK mengenai POJK Bank Umum yang di dalamnya mengatur mengenai bank digital.

"Kalau berani ambil risiko, sebelumnya lebih bagus dan carilah saham yang belum terlalu naik dan likuiditasnya meningkat," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading