InvesTime

Anti-Boncos Habis Lebaran, Begini Cara Ngatur Keuangannya!

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 May 2021 15:25
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changers in Jakarta, Indonesia April 25, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingginya kebutuhan masyarakat untuk konsumsi saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran terkadang mengambil 'jatah' dana yang sedianya diperuntukkan untuk selain hari raya. Sebab itu, tidak sedikit yang merasa sulit memenuhi kebutuhan Lebaran hanya dengan dana tunjangan hari raya (THR).

Kayaknya gak cukup aja gitu.

Sebab itu, untuk strategi menyiapkan atau merencanakan keuangan pengeluaran untuk Lebaran, perencana keuangan independen, Founder and CEO Integrita Financial yakni Ghita Argasasmita menyarankan untuk menyisihkannya dari pendapatan bulanan, seperti gaji, dan pendapatan tahunan, seperti THR, bonus, atau gaji ke-13.


"Idealnya kebutuhan Lebaran tidak lebih besar dari THR kita. Tapi kalau ternyata kebutuhan Lebaran dari THR tidak cukup, buatlah pos perencanaan dan sisihkan uang tiap bulan untuk kebutuhan Lebaran mendatang," katanya dalam program Investime CNBC Indonesia, Senin (10/5/2021).

Untuk persenan dana yang dialokasikan per bulan untuk kebutuhan Lebaran, Ghita mengatakan ini dapat diambil dari anggaran menabung atau investasi, yang minimal 10% dari gaji bulanan.

"Dari 10% ini, 5%-nya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran," paparnya.

"Misalnya gaji kita 5 juta, 10%-nya 500 ribu, mungkin setengah dari 500 ribu bisa dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran. Ini juga artinya budget kita tidak banyak, tetapi kita harus melihat skala prioritas kalau memang pendapatan kita terbatas."

Ghita juga mengatakan sekitar 10-11 bulan sebelumnya sudah dapat memprediksi pengeluaran Lebaran, apakah cukup hanya dengan THR. Jika tidak, ia menyarankan untuk menyisihkan dari uang bulanan atau mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhinya.

Sementara Ghita juga sangat menentang ide menggadaikan barang, berutang lewat fintech lending (pinjol) atau menggunakan fitur Paylater (bayar di kemudian hari) untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

"Menggadai, berutang itu sebenarnya tidak sehat dan tidak boleh kalau dalam perencanaan keuangan," tegasnya.

"Lebaran itu sesuatu yang kita tahu datangnya kapan, yang setiap satu tahun pasti hadir. Dalam satu tahun menjelang Idul Fitri, kita seharusnya sudah membuat rencana. Sudah tahu kira-kira besar pengeluarannya berapa."

Menurut Ghita, jika seseorang menggadaikan barang atau berutang artinya orang tersebut tidak mempersiapkan dana untuk agenda tahunan seperti Hari Raya Idul Fitri. Sementara Lebaran sendiri sudah menjadi agenda tahunan di Indonesia. 


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading