Mau Borong Saham Ritel? Simak Rekomendasi Sekuritas ini Kuy

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 May 2021 20:53
foto : detikFoto/Grandyos Zafna

Jakarta, CNBC Indonesia - Analis Teknikal Sucor Sekuritas Michael Yeoh merekomendasikan top pickĀ saham emiten di sektor ritel, yakni PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Menurut Yeoh, saham Erajaya secara teknikal valuasinya paling menarik. Hal itu didukung fundamental ERAA yang kuat di tahun 2020 dengan perolehan laba Rp 612 miliar, naik 108% dari tahun sebelumnya Rp 295,06 miliar.

"Erajaya punya kemampuan beradaptasi di masa pandemi dan bisa mengurangi debt to equity ratio (DER) menjadi 0,4 kali. Adanya mobile shopping Erafone, iBox turut meningkatkan penjualan ERAA," kata Yeoh, dalam program Investime CNBC Indonesia.

Dia menambahkan, perusahaan yang memiliki prospek jangka panjang ke depannya dan melakukan adaptasi dengan adanya perubahan masyarakat dari belanja fisik menjadi belanja daring. Perubahan ini akan dilihat investor di tengah tren ke depan berbelanja akan lebih mengandalkan teknologi seperti e-commerce.




Sebagai informasi, tahun lalu, Erajaya membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 34,11 triliun atau naik 3,54% dari sebelumnya Rp 32,94 triliun.
Rinciannya, penjualan bersih ini dikontribusi dari meningkatnya penjualan telepon selular dan tablet menjadi Rp 26,03 triliun dari tahun sebelumnya Rp 25,64 triliun.

Produk operator memberi kontribusi terhadap pendapatan sebesar Rp 4 triliun. Sementara itu, komputer dan peralatan elektronik lainnya serta aksesoris memberikan andil masing-masing sebesar Rp 1,55 triliun dan Rp 2,53 triliun.

Sedangkan, saham ritel lainnya yang menjadi pilihan Sucor ialah emiten pengelola Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Meskipun sepanjang 2020 kinerja keuangan perseroan masih berat, namun dia menilai, ke depan MPPA akan mempunyai prospek yang positif seiring rencana rights issue.

"MPPA akan rights issue dengan target perolehan dana Rp 500 miliar sampai Rp 800 miliar untuk pengembangan melalui e-commerce. Di masa pandemi banyak orang yang cari fresh food, penjualan ini akan terbantu dengan penjualan secara online," katanya.

Seperti diketahui, MPPA berencana melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau Rights Issue senilai Rp 500 miliar hingga Rp 800 miliar.

Sekretaris Perusahaan Matahari Putra Prima, Danny Kojongian mengungkapkan, Matahari akan menggunakan dana rights issue untuk memperkuat neraca keuangan dan modal kerja untuk mendukung strategi memperkuat jaringan atau logistik dan kemampuan analisa big data.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading