Harga Emas Antam Drop Saat Emas Dunia Naik, Kok Bisa?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 April 2021 09:54
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam kembali turun pada perdagangan Rabu (21/4/2021), padahal emas dunia kembali menguat Selasa kemarin. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini tertekan akibat penguatan rupiah.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas ukuran/satuan 1 gram turun 0,11% ke Rp 932.000/batang. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan juga turun 0,11% ke Rp 87.412.000/batang atau Rp 874.120/gram.


Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 516.000Rp 1.032.000
1 GramRp 932.000Rp 932.000
2 GramRp 1.804.000Rp 902.000
3 GramRp 2.681.000Rp 893.667
5 GramRp 4.435.000Rp 887.000
10 GramRp 8.815.000Rp 881.500
25 GramRp 21.912.000Rp 876.480
50 GramRp 43.745.000Rp 874.900
100 GramRp 87.412.000Rp 874.120
250 GramRp 218.265.000Rp 873.060
500 GramRp 436.320.000Rp 872.640
1000 GramRp 872.600.000Rp 872.600

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin menguat 0,45% ke USR 1.777,25/troy ons, yang seharusnya bisa membawa harga emas Antam naik. Emas dunia memang menjadi acuan utama harga emas Antam, tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi yakni nilai tukar rupiah. Selain itu, supply-demand juga mempengaruhi pergerakan emas Antam.

Nilai tukar rupiah kemarin berhasil menguat 0,34% ke Rp 14.495/US$. Rupiah juga sudah membukukan penguatan dalam 3 hari beruntun, dengan persentase 0,72%.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika nilai tukar rupiah mengalami penguatan harganya tentunya menjadi lebih murah. Hal tersebut membuat harga emas Antam turun tipis meski emas dunia berhasil menanjak.

Belanjutnya penurunan indeks dolar AS membuat nilai tukar rupiah terus menguat. Kemarin indeks dolar AS sempat turun menyentuh level 90,856, terendah sejak 3 Maret lalu.

Penurunan indeks dolar AS tersebut juga menjadi pemicu kenaikan emas dunia.

Di pekan ini, para analis sangat optimistis emas dunia akan kembali bersinar. Hal tersebut terlihat dari hasil survei mingguan Kitco terhadap 13 analis Wall Street menunjukkan semuanya alias 100% memprediksi emas akan bullish (tren naik) di pekan ini.

"Naiknya harga emas hingga ke US$ 1.780/troy ons memberikan optimisme berlanjutnya kenaikan, dan saat ini hanya masalah seberapa tinggi emas akan menanjak," kata Ole Hansen, kepala komoditas di Saxo Bank, sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (16/4/2021).

Sementara itu, Rhona O'Connell kepala analis pasar wilayah EMEA dan Asia di StoneX memprediksi harga emas dunia akan terus menguat di kuartal II-2021. Sebab, perekonomian global masih banjir likuiditas.

"Emas masih berpotensi naik. Pemulihan ekonomi global masih sangat tergantung dari stimulus yang ditempatkan di sektor keuangan, dan outlook saat ini masih penuh ketidakpastian," kata O"Connell, sebagaimana dilansir Kitco, Selasa (20/4/2021).

"Masih ada likuiditas yang besar di perekonomian yang mencari 'rumah', (IMF memperkirakan ada US$ 12 triliun yang digelontorkan bank sentral dunia pada tahun lalu), dan emas masih menjadi 'rumah' tersebut," tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading