Mau Borong Saham Receh? Cek Ini Peluang Anda Bisa Cuan Besar

Investment - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 April 2021 11:20
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berinvestasi pada saham dengan harga receh dan kapitalisasi pasar dan nilai yang kecil atau penny stock punya banyak cerita menarik. Banyak yang bisa mendapatkan keuntungan besar saat memilih saham-saham ini sebagai tempat investasi.

Namun, saham di kategori ini bisa menjadi boomerang jika tidak cermat dalam memilihnya. Karena itu, perlu cara tersendiri agar tidak terjebak dalam saham-saham receh ini. 

Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan bahwa saham gocapan atau 50 juga masuk ke dalam kategori ini. Namun, perlu lebih berhati-hati ketika bermain di saham seperti ini. Jika tidak, bisa nyangkut ke dalam saham gorengan.


"Peluangnya 50-50, ada yang benar-benar bagus sahamnya, belum banyak dilirik, punya potensi bagus tapi ngga sedikit juga yang dimanipulasi sehingga masuk 'saham gorengan'. Tentu ngga bisa digeneralisasi karena masih banyak dari ketegoripenny stockyang bisa masuk saham gorengan, namun bahkan masuk saham bluechip sekalipun," kata Robertus dalam Investime CNBC Indonesia dikutip Senin (19/4/21).

"Banyak saham-saham LQ 45 yang harganya di bawah Rp. 1.000, atau Rp. 700 itu layak dikategorikan sebagai value stock, dan sangat jauh dari stigma saham gorengan. Jadi kembali ke kita pintar-pintar milihnya," lanjutnya.

Investor harus bisa dengan cermat memilih saham yang bagus, Ia menyebut saham-saham yang volume transaksinya ngga stabil atau cenderung tidur, bisa terlihat pada saham gocapan atau di bawah Rp. 100. Itu beberapa emiten ada beberapa perusahaan yang kena masalah dalam pengelolaan aset, atau dana pensiun. Dengantrack recodseperti itu baiknya dihindari.

"Tapi kategori saham lain yang tidur tapi punya potensi untuk pertumbuhan lebih tinggi kenapa tidak? Selama ini kita lihat di bawah Rp. 1.000 atau di bawah Rp. 500 ada ratusan saham yang bisa kita explore satu per satu, mungkin karena valuasi murah kita bisa expect untuk jangka panjang atau value investor mau lirik lagi," sebut Robertus.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading