Gaji Kecil Tapi Mau Beli Properti, Begini Caranya!

Investment - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
12 April 2021 19:52
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Membeli rumah impian merupakan langkah besar bagi generasi milenial. Namun ada saja kendala bagi generasi milenial untuk mewujudkan kepemilikan properti impian, seperti jumlah penghasilan dan minimnya akses pada produk keuangan.

Pemimpin Divisi Manajemen Produk Konsumer BNI Teddy Wishadi mengatakan sebenarnya saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mendapatkan rumah ataupun properti impian. Apalagi pemerintah telah memberikan sejumlah kemudahan mulai dari DP 0% hingga insentif PPn. Insentif ini diharapkan efektif membangkitkan kembali minat masyarakat untuk membeli properti, termasuk generasi milenial.

"Padahal yang namanya beli properti ada leveragenya melalu KPR. Gaji boleh kecil, tapi KPR kan tenornya ada yang 30 tahun, apalagi milenial sekarang gajinya cukup baik. Kenapa milenial tidak tertarik beli perumahan, karena informasinya kurang. Kalau nabung dulu ya tidak mungkin, tapi kalau gaji kecil dan 50% dikalikan 300 bulan itu angkanya fantastis dan bisa beli properti," kata Teddy dalam Kelas Cuan CNBC Indonesia, akhir pekan lalu.


Apalagi saat ini suplainya cukup banyak, mulai dari rumah tapak hingga apartemen dengan harga terjangkau. Dia menyebutkan, syaratnya hanya memiliki penghasilan yang tetap. Dengan begitu potensi milenial membeli rumah impian pun terbuka lebar, apalagi rata-rata penghasilan milenilal Rp 6-8 juta.

"Tapi prioritas membeli properti masih rendah di milenial. Padahal sekarang saat yang tepat karena harga properti sedang bagus, biasanya setiap tahun naik 5-10%. Sekarang ada stimulus dan kemudahan yang diberikan untuk industri perumahan, karena pandemi dan permintaan terkorekasi harganya lagi stagnan, dan ada kelonggaran uang muka," ujarnya.

Jika milenial enggan membeli properti karena penghasilan kecil, menurutnya gaji Rp 5 juta sudah cukup untuk membeli rumah. Teddy mencontohkan, untuk nasabah dengan gaji Rp 5 juta per bulan dan low risk segmen memiliki plafon Rp 479 juta, jumlah tersebut dapat membeli apartemen TOD.

"Dengan catatan ngambilnya saat ini, kalau gaji Rp 5 juta angsuran per bulan 2,5 juta dengan sedikit penghematan kita bisa menghemat. Kemudian ada satu perbandingan, kalau menunda pembelian properti dengan objek yang sama maka KPR nya akan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan," jelas Teddy,

Dia menegaskan milenial bisa mengambil langkah berani memilih properti karena suplainya yang berlimpah. Jika milenial takut hidup tidak berimbang setelah memiliki properti, Teddy menyebutkan BNI memiliki program asuransi suka-suka yang memungkinkan selama 2 tahun nasabah hanya membayar bunga.

"Dengan KPR 4,75% dan kita tidak perlu angsur pokok ini keringanan di masa pandemi. Kita hanya bayar bunga di masa 2 tahun. BNI punya tenor kredit 30 tahun, dengan angka kredit yang tinggi dan angsuran sesuai dengan penghasilan. Kami juga ada program DP 0% asal dia memenuhi kriteria low risk konsumen, yang terukur penghasilannya, dan secara jangka panjang penghasilannya sustain," katanya.

Dia menambahkan, pengajuan KPR di BNI bisa dilakukan secara online selama pandemi. Sehingga dimanapun dan kapanpun, nasabah bisa mengajukan di website BNI dan melalui BNI Mobile banking.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading