Siasat BNI Genjot Bisnis Kala Pandemi, Manfaatkan Digital

Investment - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 April 2021 12:55
BNI memperingati Hari Lahir Pancasila melalui layar LED Gedung Menara BNI. (Dok.BNI) Foto: BNI memperingati Hari Lahir Pancasila melalui layar LED Gedung Menara BNI. (Dok.BNI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi membuat BNI mengembangkan layanan keuangan yang bersifat digital atau melalui online. Misalnya melalui pinjaman dan pembukaan rekening yang menggunakan platform mobile banking milik bank tersebut.

"Dari sisi pinjaman sudah juga mengembangkan juga nasabah-nasabah mengakses lewat digital atau digiloan. Akuisisi nasabah baru punya tools buka tabungan dengan selfie, tidak perlu datang ke kantor cabang, tidak perlu menunggu lama, melalui mobile banking," kata VP Consumer Funding Product Management Division BNI, Rizwan Nazaruddin dalam BNI Investment Week di program Profit CNBC Indonesia, Rabu (7/4/2021).

Pembukaan rekening BNI saat ini hanya menggunakan selfie calon nasabah. Proses ini menggantikan video call untuk layanan e-KYC atau Know Your Customer yang ternyata menemui banyak tantangan seperti internet tidak stabil.


Foto diri calon nasabah itu akan dicocokkan dengan database kependudukan di Dukcapil. Setelah cocok, maka BNI akan melakukan persetujuan untuk oembukaan tabungan tersebut.

Selain itu untuk menjaga keamanan, BNI mengarahkan selfie dengan sejumlah ekspresi wajah diikuti sistem. Dengan begitu menghindari pemalsuan saat membuka rekening tersebut.

"Melakukan pemalsuan pake foto orang lain atau mencoba KTP orang lain akan terdeteksi. Keamanan tadi dalam kontek legalitas, sudah mengantongi ijin regulator sejak akhir Desember lalu," ungkapnya.

Rizwan berharap bisa mengarahkan seluruh nasabah BNI untuk bertransaksi melalui mobile banking. Termasuk untuk berfokus pada sustainable fund, yakni dana yang dihasilkan nasabah karena fitur dan transaksi di BNI lengkap.

"Fitur dan transaksi ini sudah bisa memenuhi ekspektasi dari nasabah tersebut," ujarnya.

Dia bercerita BNI yang sudah berdiri sejak lama, termasuk menghadapi krisis pada 1998, 2008 dan saat pandemi ini. Menurutnya BNI sudah teruji menghadapi kondisi krisis tersebut.

"BNI bisa dikatakan teruji menghadapi kondisi krisis mengakuisisi dana nasabah bisa prefer untuk menempatkan atau tertarik dana-dananya ke BNI faktor kepastian beberapa kondisi termasuk kondisi yang ada saat ini," kata Rizwan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading