Heboh AIA, Nasabah Ramai Lagi Bahas Unit Link di Medsos

Investment - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
27 March 2021 14:56
Mark Tucker, chief executive and president of AIA Group speaks during the company 2011 interim result announcement in Hong Kong Friday, July 29, 2011.  (AP Photo/Kin Cheung)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehebohan keluhan nasabah Asuransi AIA masih berlanjut di media sosial. Peristiwa ini pun membuat para warganet membahas soal unit link dan investasi di asuransi.

Pembahasan itu terlihat di akun Instagram @tane_rempong_official. Akun tersebut mengunggah foto pengalaman seseorang yang mengaku menabung di asuransi selama 5 tahun.

Selain itu terdapat tangkapan layar percakapan mengenai asuransi tersebut dan disertakan kekecewaan mengenal asuransi. Sayangnya saat akan diambil, tabungan tersebut tidak memiliki nilai tunainya.


Instagram @tante_rempong_officialFoto: Instagram @tante_rempong_official
Instagram @tante_rempong_official

Pada kolom komentar terdapat beberapa pengguna Instagram yang berusaha menjelaskan mengenai asuransi dan dampak berinvestasi di sana. Salah satu pengguna mengungkapkan asuransi adalah bentuk perlindungan, jadi saat terjadi sesuatu seperti kecelakaan hingga meninggal dunia nilai proteksi akan bisa dicairkan.

Pencairan asuransi pun dilakukan oleh ahli waris. Pengguna lainnya juga mengingatkan untuk menabung melalui bank, saham atau reksa dana.

Pengguna Instagram tersebut juga menuding agen asuransi yang menjanjikan adanya pengembalian besar jika menaruh uang di sana.

Instagram @tante_rempong_officialFoto: Instagram @tante_rempong_official
Instagram @tante_rempong_official

Sebelumnya dalam forum di Facebook juga terdapat kumpulan orang-orang yang mengaku sebagai korban penipuan asuransi AIA. Dalam grup bernama Korban Penipuan Asuransi AIA memiliki 3600 anggota.

Menjawab Kehebohan ini, manajemen PT AIA Financial mengatakan produk perusahaan dirancang dengan fitur serta manfaat yang mengikuti aturan regulator.

"Dapat kami sampaikan bahwa seluruh produk AIA dirancang dengan fitur dan manfaat yang sudah mengikuti aturan regulator. Nasabah selalu menjadi prioritas utama kami di AIA, sejalan dengan komitmen perusahan untuk membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik," kata Chief Marketing Officer AIA Financial, Lim CHet Ming dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (27/3/2021).

Lim menjelaskan dalam transaksi pembelian polis, AIA berupaya memastikan agar nasabah mendapatkan penjelasan dari tenaga pemasar tentang produk yang dibeli, antara lain dengan melakukan welcome call kepada nasabah dan memberikan kurun waktu tertentu bagi nasabah untuk mempelajari polisnya (free look period).

Jika dalam kurun waktu tertentu tersebut nasabah ingin membatalkan polisnya, kata Lim, maka perusahaan akan mengembalikan seluruh premi yang telah disetorkan.

Dia mengatakan semua tenaga pemasar AIA telah mengikuti proses pelatihan internal dan sertifikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) agar memiliki pengetahuan produk yang baik dan mampu memasarkan seluruh produk sesuai aturan yang berlaku.

Pengertian Unit Link

Sebagai informasi, produk unit link adalah produk asuransi dengan manfaat investasi. Namun masih ada orang yang salah mengenai pengertian produk tersebut, walau memiliki manfaat investasi tapi unit link tetap merupakan produk asuransi dengan manfaat utamanya perlindungan.

"Investasi pada unit link memiliki berbagai jenis resiko dari rendah sampai tinggi," ungkap pengamat asuransi, Irvan Rahardjo kepada CNBC Indonesia, dalam sebuah kesempatan.

Namun sayangnya menurut dia masih banyak orang menganggap produk itu bisa memiliki keuntungan besar.

"Ada sebagian masyarakat yang memahami risiko yang ditanggung pemegang polis karena mendapatkan laporan NAB [nilai aktiva bersih] setiap bulan. Yang jadi persoalan orang menganggap unit link akan memberikan keuntungan besar di akhir masa polis, karena pergerakan bisa naik atau turun sesuai dengan pasar modal," kata Irvan.

Unit link dibagi menjadi yang bergaransi dan tidak. Untuk bergaransi, memiliki keuntungan salah satunya adalah santunan dan bunga yang dihasilkan dari penempatan investasi.

Unit Link bergaransi disebut sebagai saving plan dengan penawaran bunga lebih tinggi dibandingkan deposito. Sedangkan pada produk tidak bergaransi akan memberikan bunga tetap.

"Kalau yang tidak bergaransi unit link yang banyak kita kenal pergerakan NAB nya berfluktuasi dari waktu ke waktu dan tidak ada jaminan kepastian. Dalam unit link bergaransi banyak unsur investasi, sementara yang tidak bergaransi banyak unsur proteksi," ujar Irvan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading