InvesTime

Cut Loss Saham yang Bisa Ditolerir, Idealnya Berapa?

Investment - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
03 February 2021 17:23
IDX

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki potensi koreksi saat ini karena berbagai sentimen, sehingga dibutuhkan strategi menentukan harga cut loss (memangkas kerugian) di portofolio saham yang dimiliki.

Cut loss adalah titik penentu investor untuk investor melepas sahamnya. Misalnya investor menentukan cut loss di 3% dari titik support (batas bawah), nanti ketika harga sahamnya sudah masuk pada titik itu investor harus tentukan apakah menjual sahamnya atau tahan.

Analis Ekuitas PT NH Korindo Ajeng Kartika mengatakan tidak ada kata ideal untuk menentukan titik cut loss. Ini semua tergantung dari risk profile dari investor. Jika investor agresif dia bisa mentolerir hingga 15-20%. Sementara untuk investor yang konservatif di angka 3-5%.


"Yang penting jangan panic selling, karena belum tentu penurunan harga saham itu tercermin dari fundamental emiten-nya, bisa aja kinerja perusahaan bagus Cuma saat ini sedang koreksi sedikit," katanya, dalam program InvesTime, Selasa, (3/2/2021).

Investor harus menentukan tujuan investasinyauntuk jangka panjang, menengah atau pendek. Karena ini akan mempengaruhi sikap dan keputusan yang diambil saat bertransaksi saham.

"Misal dia punya salah satu saham, dan turun 13% harganya. Kalau investor jangka panjang dan yakin dengan fundamental perusahaan tentu dia bisa ambil lagi. Tapi kalau tujuannya menengah dan pendek dia harus menentukan cut loss di berapa," katanya.

Pada perdagangan Rabu ini (3/2/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,56% di level 6.077. Ada 284 saham naik, 190 saham turun, dan 152 saham stagnan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading