Melorot! Harga Emas Antam Hari Ini Ambrol ke Rp 994.000/gram

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
18 January 2021 10:56
Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali turun pada perdagangan Senin (18/1/2021), hingga menyentuh level terendah dalam 1,5 bulan terakhir. Harga emas dunia yang terus merosot membuat emas Antam tertekan.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 994.000/batang, turun 0,42% dibandingkan harga Sabtu pekan lalu, dan merupakan yang termurah sejak 1 Desember 2020 lalu. Dengan penurunan tersebut, sepanjang tahun ini emas Antam menukik 2,18%.


Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini dijual Rp 88.120.000/batang atau Rp 886.120/gram, turun 0,45%.

Harga emas dunia masih terus melanjutkan penurunan, pada Jumat pekan lalu merosot lebih dari 1% ke US$ 1.826,59/troy ons. Penurunan masih berlanjut pagi ini, emas merosot 0,91% ke US$ 1.809,9/troy ons.

Kebangkitan dolar AS akibat naiknya yield obligasi (Treasury) menjadi penekan utama harga emas. Para analis juga melihat harga emas masih akan turun di pekan ini. Hal tersebut tercermin dari hasil survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco.

Sebanyak 37,5% analis di Wall Street yang disurvei memberikan outlook bearish (tren turun), sementara 25% memberikan outlook bullish (tren naik), sisanya netral.

Namun, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street menunjukkan hasil yang berbeda. Dari 1.701 partisipan, sebanyak 54,4% memberikan outlook bullish, 23,7% bearish, dan sisanya netral.

Stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun yang akan digelontorkan oleh Presiden AS terpilih, Joseph 'Joe' Biden menjadi salah satu alasan pasar masih melihat emas akan kembali naik.

Pada tahun lalu, stimulus fiskal senilai US$ 2 triliun yang digelontorkan pada bulan Maret menjadi salah satu pemicu melesatnya harga emas dunia hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah US$ 2.072,49/troy ons di bulan Agustus.

Jika stimulus US$ 1,9 triliun cair, maka emas akan memiliki bahan bakar lagi untuk menguat.

"Saat Biden resmi dilantik, dan stimulus dicairkan, menurut saya emas akan kembali menguat," kata Peter Hug, Direktur global trading Kitco Metals.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading