2 Hari Ambrol 2,5%, Harga Emas Antam Mager di Bawah Rp900.000

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 November 2020 10:05
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang biasa dikenal dengan emas Antam stagnan pada perdagangan hari ini, Kamis (26/11/2020), setelah ambrol dalam 2 hari beruntun.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 100 gram, yang biasa menjadi acuan hari ini dihargai Rp 89.512.000/batang atau Rp 895.120/gram, sama dengan harga kemarin. Sedangkan dalam 2 hari sebelumnya, logam mulia ini ambrol sekitar 2,5%.

Sementara itu satuan 1 gram juga stagnan di Rp 953.000/batang dan berada di level terendah sejak 17 Juli lalu.


Harga emas dunia kemarin melemah tipis 0,12% ke US$ 1.805,29/troy ons yang membuat harga emas Antam stagnan pada perdagangan hari ini. Dalam 2 hari sebelumnya, emas dunia ambrol 3,4% yang membuat emas Antam merosot 2,5%.

Pekan ini terbilang suram bagi logam mulia, harga emas dunia terus mengalami penurunan hingga ke level terendah dalam 4 bulan terakhir. Alhasil harga produk emas di dalam negeri ikut nyungsep.

Pelaku pasar saat ini lebih memilih berinvestasi di aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi, baik investor asing maupun lokal. Terlihat dari bursa saham Amerika Serikat (AS) yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa waktu setempat, indeks Dow Jones untuk pertama kalinya ke atas level 30.000.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terus menanjak, di awal perdagangan kemarin melesat lebih dari 1%, sebelum berbalik melemah akibat aksi ambil untung (profit taking). Maklum saja, sebelum hari ini IHSG sudah menguat nyaris 12% dalam 14 perdagangan terakhir.

Meski melemah, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp 268 miliar di pasar regular, dan Rp 581 miliar termasuk pasar tunia dan nego. IHSG pagi ini kembali naik lagi, yang menjadi indikasi investor masih berburu aset-aset berisiko.

Semua itu terjadi setelah adanya perkembangan vaksin virus corona, serta dimulainya transisi pemerintahan di AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading