Rupiah Perkasa! Harga Emas Antam Hari Ini Cuma Naik Rp 1.000

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 September 2020 10:19
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut emas Antam naik tipis di awal pekan ini, Senin (21/9/2020), setelah turun cukup tajam di hari Sabtu pekan lalu.

Nilai tukar rupiah yang sedang perkasa membuat harga emas Antam melempem.

Melansir data dari situs resmi logammulia.com, emas Antam satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.024.000/batang, naik Rp 1.000 atau menguat 0,1% ketimbang harga Sabtu pekan lalu. Sementara satuan 100 gram hari ini dihargai Rp 96.612.000 atau Rp 966.120/gram, juga naik 0,1%.


Harga emas dunia sedang turun naik belakangan ini, yang tentunya mempengaruhi pergerakan logam mulia di dalam negeri. Tetapi kali ini kurs rupiah yang membuat harga emas Antam melempem.

Pada perdagangan Jumat (18/9/2020), harga emas dunia membukukan penguatan 0,36% ke US$ 1.949,69/troy ons. Tetapi, di hari Sabtu, harga emas Antam justru turun Rp 7.000/gram.

Penguatan rupiah menjadi penyebab penurunan harga emas Antam tersebut, Jumat lalu, rupiah membukukan penguatan 0,61%.

Saat rupiah menguat, harga emas dunia yang dibanderol dolar AS tentunya menjadi lebih murah, sehingga harga emas Antam mengalami penurunan.

Meski demikian, di pekan ini emas dunia diramal akan kembali menguat, sehingga ada peluang emas Antam juga naik. Kitco melakukan survei mingguan terhadap analis di Wall Street dan juga di pasar (Main Street).

Dari 14 analis Wall Street yang disurvei, 7 orang (50%) punya pandangan bullish terhadap emas. Sebanyak enam responden (43%) beranggapan harga emas bakal sideways dan hanya satu orang yang berpandangan bahwa harga emas akan turun (bearish).

Hasil survei terhadap analis Wall Street sedikit berbeda dengan jawaban responden Main Street. Dari 1.367 responden yang ikut voting secara daring (online) ada 60% responden yang menjawab harga emas naik pekan ini, 21% netral dan sisanya 18% bearish.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading