Meroket 289%, Saham JSKY Kena Suspensi Lagi Hari Ini!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 September 2020 10:15
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan energi dan panel surya milik keluarga Tandiono, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), akhirnya kembali dihentikan sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai sesi I Senin ini (21/9/2020).

Suspensi itu sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham JSKY, sehingga "BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Sky Energy Indonesia di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 21 September 2020 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut."

"Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," tulis BEI dalam keterangan resmi, Senin ini (21/9).


Saham JSKY sudah disuspensi sebelumnya pada Kamis lalu (17/9), bersama dengan emiten 'saudaranya' yakni PT Trinitan Metals And Minerals Tbk (PURE) dan Waran Seri I Pure (PURE-W). Alasannya juga sama, terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Perdagangan saham JSKY pun sudah dibuka pada Jumat (18/9) sebelum akhirnya pada Senin pagi ini kembali disuspensi.

JSKY merupakan perusahaan energi milik keluarga Tandiono, bersama dengan PURE. Perusahaan ini tercatat di bursa pada 28 Maret 2018 dengan menawarkan saham di pasar perdana senilai Rp 400/saham.

Adapun PURE yang berbisnis pengolah logam dan bahan mineral, tercatat di papan perdagangan BEI pada 9 Oktober 2019 dengan harga penawaran perdana Rp 300/saham.

Mengacu data BEI, saham JSKY sepekan naik 39,62%, sebulan terakhir meroket 289,47%, dan 3 bulan terakhir "terbang" 270% dengan kapitalisasi pasar Rp  601,63 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading