Sukuk Ritel SR013 Mulai Dijual Hari Ini, Tertarik Beli?

Investment - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
28 August 2020 15:55
Emisi obligasi syariah (sukuk)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR013.

Masa Penawaran Sukuk Ritel ini akan berlangsung mulai hari ini, Jumat 28 Agustus hingga 23 September 2020. SR013 memiliki tenor 3 tahun dan menawarkan imbalan atau kupon tetap sebesar 6,05%. Investor dapat membeli SR013 dengan minimal pembelian Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Imbal hasil SR013 terbilang menarik, karena masih berada di atas suku bunga deposito dan suku bunga Bank Indonesia.


Lantas apakah SR013 memang menarik dari Sukuk Ritel (Sukri) seri sebelumnya.

NO

Seri Sukuk

Imbal Hasil/Kupon

Target Pemerintah

Hasil Penjualan

Jumlah Investor

1

SR-010

5,90%

Rp 8,11 triliun

Rp 8,44 triliun

  1. 922
2

SR-011

8,05%

Rp 10 triliun

Rp 21,1 triliun

35.026

3

SR-012

6,30%

Rp 8 triliun

Rp 11, 45 triliun

23.952

Tabel: Chandra Dwi Source: DJPPR

Jika dilihat dari data di atas, sukuk yang menawarkan imbal hasil atau kupon yang menarik adalah sukuk seri SR-011 dengan tingkat kuponnya 8,05%. Sedangkan sukuk seri SR-010 dan SR-012 masing-masing sebesar 5,90% dan 6,30%.

Penyerapan terbesar ada pada di sukuk seri SR-011, yakni Rp 21,11 triliun dengan total investor yang berpartisipasi sebanyak 35.000 investor. Laris manisnya Seri 11 ini mengingat kupon yang ditawarkan sangat menggiurkan, 8,05%.

Sedangkan sukuk seri lainnya, seperti SR-010 dan SR-012 hanya dibeli masing-masing 17.000 dan 23.000 investor. Target penyerapannya pun tidak sebesar SR-011, hanya terserap sekitar Rp 330 miliar untuk SR-010 dan sekitar Rp 3,45 triliun untuk SR-012.

No

Seri Sukuk

Imbal Hasil/Kupon

Suku Bunga Acuan BI

Minimum Pemesanan

1

SR-010

5,90% (tetap)

4,25

Rp 5 juta

2

SR-011

8,05% (tetap)

6,00

Rp 1 juta

3

SR-012

6,30% (tetap)

4,50

Rp 1 juta

4.

SR-013

6,05% (tetap)

4,00

Rp 1 juta

Jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), rata-rata tingkat kupon sukuk ritel di atas, berada di atas suku bunga acuan.

Artinya tingkat kupon yang ditawarkan cukup menarik. Selain itu, minimum pemesanan yang terjangkau membuat sukri menarik untuk diinvestasikan.

Diharapkan dengan dibukanya sukuk ritel seri SR-013 ini, investor lebih tertarik untuk berinvestasi di sukuk tersebut dan pemerintah mendapat target yang diharapkan.

"Proses pemesanan pembelian SR013 dilakukan secara online melalui 4 tahap yaitu (i) registrasi/pendaftaran, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran dan (iv) setelmen. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN," tulis Kemenkeu, dalam situsnya.

Masyarakat yang berminat membeli sukri seri SR013 dapat menghubungi 31 mitra dIstribusi (midis) yang telah ditunjuk oleh pemerintah, yaitu:

1. PT. Bank Central Asia Tbk

2. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

3. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

4. PT. Bank Permata Tbk

5. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

6. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

7. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk

8. PT. Bank Maybank Indonesia Tbk

9. PT. Bank Panin Tbk

10. PT. Bank CIMB Niaga Tbk

11. PT. Bank DBS Indonesia

12. PT. Bank OCBC NISP Tbk

13. PT. Bank HSBC Indonesia

14. PT. Bank Commonwealth

15. PT. Bank UOB Indonesia

16. PT. Bank Mega Tbk

17. PT. Bank Syariah Mandiri

18. PT. Bank BRISyariah Tbk

19. PT. Bank Muamalat Tbk

20. PT. Bank BNI Syariah

21. PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

22. PT. Danareksa Sekuritas

23. PT. Bahana Sekuritas

24. PT. Mandiri Sekuritas

25. PT. Sinarmas Sekuritas

26. PT. Bareksa Portal Investasi

27. PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit)

28. PT. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)

29. PT. Investree Radhika Jaya

30. PT. Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)

31. PT. Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, berinvestasi di Sukuk Ritel ini juga berbeda dengan investasi lainnya, karena dana yang dihasilkan digunakan negara untuk menghadapi Covid-19.

"Ini yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lain, bagaimana berinvestasi tetapi juga membangun negeri," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat ini (28/8/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading