Investasi

Belajar dari Kasus Jouska: Anak Muda Mesti Melek Investasi!

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 August 2020 20:30
Jouska. (Dok: Jouska)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terkuaknya kasus kerugian investasi sejumlah nasabah oleh perusahaan perencana keuangan PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska dinilai menjadi pembelajaran bagi kawula muda untuk lebih lagi melek soal pengetahuan investasi. Bahasa kerennya, literasi keuangan.

Apalagi, banyak korban yang justru dari kalangan generasi muda, seperti yang dialami Randy Danistha, personel band Nidji, yang mengalami kerugian sampai Rp 178 juta akibat penempatan investasi Jouska di saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK).

Parahnya lagi, Jouska bahkan sempat menyarankan Randy untuk menjual aset rumah dan membeli kembali saham LUCK saat saham emiten distribusi perangkat dan jasa dokumentasi itu.


"Anehnya Jouska menyarankan saya untuk menjual satu-satunya rumah, itu tidak saya turuti. Kalau sama rumah dijual taro di LUCK, lebih abu-abu lagi. Ketika ini hilang berasa banget," ceritanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2020).

Randy Danistha, InstagramFoto: Randy Danistha, Instagram
Randy Danistha, Instagram

Pola yang sama juga dialami oleh Melissa, customer PT Amarta Janus Indonesia sejak 1 Agustus 2016 sampai dengan 31 Juli 2017, kala itu belum bernama Jouska.

Rekaman percakapan antara Melissa dengan CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno yang diunggah ke YouTube yang berisi kata-kata yang sarkastik menjadi viral dalam sepekan terakhir di media sosial Twitter sampai grup percakapan WhatsApp.

"Saya ingin klarifikasi memang benar suara client di rekaman tersebut adalah saya sendiri. Melissa. Saya hanya ingin menceritakan fakta sebenarnya," kata Melissa, Jumat (7/8/2020).

Ia mengatakan, suara rekaman tersebut terjadi pertengahan Juli 2017 saat sebelum kontrak kerja sama dia berakhir pada 31 Juli 2017. Melissa hanya ingin akunnya ditutup dan uangnya kembali, namun Aakar memberikan jawaban dengan nada penuh amarah.

Kecurigaan semakin mengemuka saat Melissa mempertanyakan soal penempatan investasi di saham-saham seperti BUMI (PT Bumi Resources Tbk), DOID (PT Delta Dunia Makmur Tbk) dan KICI (PT Kedaung Indah Tbk) pada akhir Maret 2017.

"Bukan saya yang mem-viralkan rekaman Aakar itu. Saya tidak mau menghakimi siapa pun. Saya sendiri terkejut rekaman tersebut jatuh ke tangan orang lain dan saya tidak menyangka rekaman tersebut bisa viral secepat ini."

"Memang Aakar Abyasa sudah tidak punya itikad baik saat itu memaki saya, mengucapkan kata kata "F**k You" ke saya sebagai client di saat ingin datang baik baik ke kantor beliau [Menara Thamrin 15th Floor Suite 1502] menanyakan kenapa portfolio saya di belikan saham beresiko dan saya minta penjelasan status portfolio tersebut mau di bawa kemana yang saat itu status portfolio minus."

Menanggapi pertanyaan kebenaran rekaman tersebut, pihak Jouska yang tak mau disebutkan namanya tak membantah atau pun mengiyakan.

Namun, hanya menegaskan bahwa Jouska akan menyelesaikan permasalahan dengan klien secara baik-baik.

"Terkait pertanyaan tersebut, kami mohon untuk pengertian dan kerjasamanya dalam upaya Jouska menyelesaikan permasalahan dengan klien secara baik-baik," kata pihak Jouska.

"Pertanyaan seperti ini berpotensi menyulutkan pemberitaan yang tidak kondusif bagi upaya kami dalam memenuhi komitmen dan kewajiban kami seperti yang diminta Satgas Waspada Investasi. Kami beritikad baik untuk menyelesaikan masalah dengan klien secara baik-baik, tanpa terpancing untuk berdebat atau menjatuhkan pihak lain di ranah publik. Semoga dapat dimengerti posisi kami ini."

Dari kasus ini, Melissa menekankan agar nasabah lebih berhati-hati lagi dalam memilih perusahaan perencana keuangan yang memiliki reputasi baik.

"Saya berharap kepada masyarakat, ini adalah sebuah pelajaran berharga untuk berhati hati dalam berinvestasi apapun itu. Dan cross-check background financial institution berkali-kali," katanya.

Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah memanggil Jouska terkait dengan laporan klien yang ramai diperbincangkan di sosial media.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing mengatakan penanganan kasus ini bukan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun Satgas Waspada Investasi yang bakal terjun langsung.

Saat ini Satgas Waspada Indonesia telah mendapatkan 80 aduan terkait Jouska. Modusnya, Jouska melakukan eksekusi dana para kliennya.

"Kalau kami lihat pengaduan dari masyarakat memang ada kecenderungan diduga Jouska ini juga selain memberikan nasihat-nasihat mengenai keuangan atau investasi juga melakukan eksekusi atau pengelola dana nasabah dan ini yang perlu kami cek kembali," tegas Tongam.

Satgas Waspada Investasi pun akhirnya resmi menyetop operasi Jumat (24/7/2020). Ini merupakan hasil dari pertemuan Satgas dengan manajemen yang dihadiri Aakar Abyasa selaku pemilik dan pemimpin Jouska, secara virtual di hari yang sama.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading