Amsyong! Personel Band Nidji Rugi Investasi Jouska Rp178 Juta

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 August 2020 11:23
Randy Danistha, Instagram

Jakarta, CNBC Indonesia - Randy Danistha, personel band Nidji menjadi klien yang menambah daftar panjang 'dosa' perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan, PT Jouska Finansial Indonesia atau Jousa yang operasionalnya sudah disetop pascaterkuak laporan para investor yang dirugikan.

Randy menuturkan, dia sudah menjadi klien Jouska sejak awal tahun 2018. Kala itu, dia sempat mencari di media sosial perusahaan perencana keuangan yang terbaik, dan Jouska termasuk yang cukup hype di kalangan kawula muda.

Singkat cerita, dari dana yang ditempatkan Randy senilai Rp 250 juta, hingga akhir kontrak di 2019 berakhir, belum ada keuntungan yang cukup signifikan.


Kala itu, Jouska mengiming-imingi keuntungan yang cukup signifikan dengan menempatkan investasi di saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Ternyata, penurunan investasi di saham tersebut bukannya untung, malah buntung.

"Sebelum pandemi saya merasa turunnya sudah tidak wajar, minus 4% saya sudah teriak, mereka diam aja. Turun 7%, diam aja, terus 40%," cerita pemain synthesizer di band Nidji ini kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2020).

Karena Randy masih awam, ia mempercayakan semuanya kepada Jouska hingga akhirnya saham LUCK ambles 70% dan itulah yang membuat dia melakukan cut loss. Alhasil, Randy menelan kerugian sekitar Rp 178 juta.

"Saya merasa daripada minus sampai abis, cut loss. Gak kebayang kalau gak tarik, apalagi setelahnya ada pandemi," kata aktor film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini

Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah memanggil Jouska Finansial Indonesia terkait dengan laporan klien yang ramai diperbincangkan di sosial media.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing mengatakan penanganan kasus ini bukan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun Satgas Waspada Investasi yang bakal terjun langsung.

Saat ini Satgas Waspada Indonesia telah mendapatkan 80 aduan terkait Jouska. Modusnya, Jouska melakukan eksekusi dana para kliennya.

"Kalau kami lihat pengaduan dari masyarakat memang ada kecenderungan diduga Jouska ini juga selain memberikan nasihat-nasihat mengenai keuangan atau investasi juga melakukan eksekusi atau pengelola dana nasabah dan ini yang perlu kami cek kembali," tegas Tongam.

Satgas Waspada Investasi pun akhirnya resmi menyetop operasi Jumat (24/7/2020). Ini merupakan hasil dari pertemuan Satgas dengan manajemen yang dihadiri Aakar Abyasa selaku pemilik dan pemimpin Jouska, secara virtual di hari yang sama.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading