Virus Corona Merebak, tapi Emas Antam Malah Turun, kok Bisa?

Investment - irv, CNBC Indonesia
24 January 2020 09:50
Virus Corona Merebak, tapi Emas Antam Malah Turun, kok Bisa? Foto: Investigasi Corona Virus di Indonesia. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun hingga ke bawah level psikologis Rp 720.000 per gram, tepatnya turun Rp 4.000/gram (0,55%) ke Rp 719.000/gram pada perdagangan Jumat ini (24/1/2020) dari Rp 723.000/gram Kamis kemarin.

Koreksi harga tersebut terjadi setelah pengaruh penguatan rupiah mulai menjalar ke harga emas, mengingat basis pembelian emas dunia adalah dolar AS. Seiring dengan pelemahan dolar AS, maka harga emas dunia dan emas Antam semakin murah.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (24/1/20), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 71,9 juta/batang dari harga kemarin Rp 72,3 juta/batang.






Turunnya harga emas Antam itu tidak sejalan dengan harga emas di pasar spot global yang justru naik kemarin akibat kekhawatiran virus corona yang mulai merebak di seluruh dunia, apalagi di tengah momentum Imlek di akhir pekan ini.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun Rp 3.000/gram hari ini menjadi Rp 683.000/gram dari Rp 686.000/gram kemarin.


Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.563,02 per troy ounce (oz), naik 0,28% dari US$ 1.558,62/oz pada hari sebelumnya. Hari ini, harga emas di pasar spot masih turun sebesar 0,1% menjadi US$ 1.561,39/oz.




Pelemahan dolar AS di hadapan mata uang garuda terjadi sejak awal tahun hingga hari ini, di mana posisi nilai tukar rupiah kemarin ada di Rp 13.625/dolar AS dan sudah menguat 0,11% dari posisi sehari sebelumnya Rp 13.640/dolar AS. Hari ini, rupiah masih menguat hingga Rp 13.600/dolar AS.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya, tetapi kali ini komoditas itu melemah karena harganya yang dianggap murah seiring dengan pelemahan dolar AS sehingga bukan karena kapasitasnya sebagai instrumen yang dianggap lebih aman.


Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.


TIM RISET CNBC INDONESIA

 

[Gambas:Video CNBC]

 

(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading