Virus Corona

Pengumuman! Maskapai RI Diharamkan Masuk Wilayah Wuhan

News - Muhammad Choirul, CNBC Indonesia
24 January 2020 09:39
Pengumuman! Maskapai RI Diharamkan Masuk Wilayah Wuhan
Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan Indonesia dilarang terbang dari dan menuju Kota Wuhan, China. Hal ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia.

Gejala penyakit yang ditimbulkan virus corona awalnya seperti flu biasa. Namun bisa menyebar menjadi pneumonia dan mengakibatkan kematian jika tidak ditangani segera.

International Notam Office Beijing sendiri sudah menerbitkan NOTAM G0108/20, yang langsung ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kini, maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, China untuk sementara tidak dapat dilakukan.


Ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktivitas penerbangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, dalam keterangan resmi, Jumat (24/1/20).

Dalam NOTAM G0108/20, dijelaskan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat dioperasikan. Bantara itu hanya bisa dipakai untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB).

Dengan begitu, penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di China. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara

Surat dengan nomor SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 itu memuat beberapa perintah kepada maskapai sebagai berikut:

1. Melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan;

2. Melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara;

3. Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit.

4. Memberikan pengumuman di dalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah di negara terjangkit.

Selanjutnya, Polana memerintahkan kepada operator penerbangan untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional. Dia menyerukan agar terus dilakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk mengantisipasi menyebarnya virus ini melalui jalur penerbangan.

"Keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama,"tutup Polana.



[Gambas:Video CNBC]






(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading