Ragu Mau Beli reksa Dana? Simak 4 Tips Ini Biar Gak Kecewa

Investment - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 December 2019 14:54
Aksi bersih-bersih yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belakangan ini berujung pada suspensi.

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi bersih-bersih yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belakangan ini berujung pada suspensi terhadap beberapa produk reksa dana yang membuat investor galau pada produk-produk investasi ini.

Pada pekan ini saja terdapat tujuh produk reksa dana PT MNC Asset Management, perusahaan manajer investasi milik taipan Hary Tanoesoedibjo yang terkena suspensi OJK karena faktor perubahan harga pasar dan perubahan dana kelolaan.

"Hal ini lebih disebabkan oleh perubahan harga pasar dari portofolio dan perubahan asset under management [AUM] dari reksa dana tersebut yang mengakibatkan beberapa reksa dana melebihi ketentuan yang ditetapkan oleh OJK," ujar manajemen MNC Asset Management dalam hak jawabnya, Kamis malam (19/12/19).


Sebelumnya OJK telah mengenakan sanksi terhadap beberapa manajer Investasi (MI), di antaranya  PT Narada Aset Manajemen yang terkena suspensi penjualan produk reksa dananya, kemudian ada PT Minna Padi Aset Manajemen yang enam produknya terkena pembubaran, dan terakhir larangan penjualan reksa dana selama 3 bulan bagi PT Pratama Capital Assets Management.

Tentunya pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak mencerminkan sikap comply dan Good Corporate Governance (GCG) yang baik perusahaan efek, akibatnya perkembangan industri reksa dana dan pasar saham dalam negeri mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat.

Sebab itu, sebelum berinvestasi di reksa dana, ada baiknya menyimak tips investasi aman ala Edward Lubis, Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management agar terhindar dari kerugian investasi yang dilakukan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.

Berikut keempat tips dari Bahana TCW tersebut:

Waspada terhadap investasi yang menjanjikan imbal hasil yang pasti

Manajemen investasi yang baik dan benar tidak menjual produk investasi dengan iming-iming atau menjanjikan sebuah return atau imbal hasil yang pasti, terutama jika hasilnya tinggi. Pasalnya, return produk investasi bergantung pada kondisi market finansial yang sangat dinamis.

Dengan demikian, manajemen investasi hanya boleh menunjukkan imbal hasil pada periode waktu yang sudah berjalan. Untuk itu, investor sebaiknya menghindari dan tak langsung percaya jika ada yang menjanjikan return sudah pasti dan tinggi.


Kritis terhadap informasi mengenai reksa dana, khususnya portofolio aset dasar reksa dana seperti yang tercantum di fund fact sheet

Selalu perhatikan informasi mengenai produk reksa dana, sebelum membeli. Informasi-informasi yang harus diperhatikan di lembar fakta reksa dana alias fund fact sheet, misalnya, portofolio investasi apa saja yang tercantum pada produk reksa dana. Apakah portofolio investasi dialokasikan pada instrumen yang aman dan terjamin, atau justru dialokasikan pada saham-saham 'gorengan'.

Jangan segan-segan bertanya kepada Manajemen Investasi atau agen penjual mengenai reksa dana tersebut

Sebelum memutuskan membeli, jika merasa belum paham mengenai produk reksa dana yang akan anda beli, jangan malu untuk bertanya kepada manajer investasi atau agen penjual seperti bank. Hal ini bertujuan untuk mencegah 'beli kucing dalam karung'.

Pastikan membeli produk dari Manajemen Investasi dan agen penjual yang terdaftar di OJK
Membeli produk dari manajemen investasi dan agen penjual yang terdaftar di OJK, dapat meminimalisir risiko dalam berinvestasi, karena manajemen investasi dan produk-produk investasi akan terawasi oleh regulator. 


[Gambas:Video CNBC]


(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading