Pilih Mana nih, Pegang Dolar AS atau Investasi Emas?

Investment - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 September 2019 09:19
Pilih Mana nih, Pegang Dolar AS atau Investasi Emas?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi perekonomian yang tak menentu membuat pelaku pasar melirik instrumen investasi aman (save haven) untuk mengamankan hartanya.

Ada dua instrumen investasi termudah yang dapat dijadikan sarana investasi di kala kondisi tak menentu, yakni dolar Amerika Serikat (AS) dan emas.

Para investor tentu telah berbondong-bondong mendiversifikasi sebagian dari investasi mereka ke kedua instrumen tersebut sejak akhir tahun lalu ketika api perang dagang AS-China berkobar panas-panasnya.



Lalu bagaimana kinerja dua instrumen sepanjang setahun berjalan ini (year to date)? Untuk mengulasnya, simak temuan Tim Riset CNBC Indonesia.

Sejak awal tahun, harga emas Antam ukuran 1 gram mengalami kenaikan sebesar Rp 85.000/gram atau 12,74% menjadi Rp 752.000/gram dari posisi penutupan akhir tahun lalu pada Rp 667.000/gram.

Sementara itu, berinvestasi pada dolar AS justru tidak memberikan apa-apa karena rupiah menguat 1% sejak awal tahun dengan perdagangan terakhir berada di Rp 14.085/Dolar AS.

Artinya, berinvestasi pada logam mulia, khususnya emas produksi Antam ternyata lebih menguntungkan dari pada berinvestasi pada dolar AS.

Sepanjang tahun ini, dolar AS terhadap rupiah bergerak volatil dengan pelemahan terdalam terjadi pada 22 Mei lalu di level Rp 14.520/dolar AS, sedangkan penguatan terkuat terjadi pada 15 Juli pada level Rp 13.915/dolar AS.




Penguatan rupiah lebih banyak disumbang investasi portofolio alias hot money yang masuk ke Indonesia. Di pasar obligasi, investasi asing yang masuk mencapai Rp 126,3 triliun. Sedangkan di pasar saham mencapai Rp 54,7 triliun.

Masuknya investor asing ke obligasi tidak lain karena tingkat imbal hasil (yield) yang masih menarik di tengah mata uang rupiah yang cukup stabil.

Sebagai acuan, suku bunga obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dihargai 1,76% setahun, bandingkan dengan obligasi pemerintah Indonesia yang berimbal hasil 7,21% dengan tenor yang sama.  

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading