Mantap! Asa Damai Dagang Kerek Bursa Asia Kompak Menghijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
20 September 2019 09:09
Mantap! Asa Damai Dagang Kerek Bursa Asia Kompak Menghijau

Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak melaju di zona hijau pada perdagangan hari ini, Jumat (20/9/2019).

Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei menguat 0,39%, indeks Shanghai naik 0,18%, indeks Hang Seng terapresiasi 0,24%, indeks Straits Times terkerek 0,28%, dan indeks Kospi bertambah 0,02%.

Asa damai dagang AS-China yang kian terasa sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Melansir Bloomberg, kemarin (19/9/2019) delegasi setingkat wakil menteri dari pihak AS dan China menggelar perbincangan guna merumuskan dasar untuk negosiasi tingkat tinggi yang rencananya akan digelar pada bulan depan.

Negosiasi tingkat tinggi tersebut direncanakan untuk digelar di Washington dan akan melibatkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Wakil Perdana Menteri China Liu He, serta Gubernur Bank Sentral China Yi Gang.

The Fed Bawa Kabar Negatif, Asa Damai Dagang Kerek Bursa AsiaFoto: Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, AS, 4 April 2019. REUTERS / Jonathan Ernst


Dalam negosiasi setingkat wakil menteri yang akan kembali dilanjutkan pada hari ini, delegasi China dipimpin oleh Liao Min selaku Deputi Direktur dari Office of the Central Commission for Financial and Economic Affairs dan juga Wakil Menteri Keuangan China. Sementara itu, AS mengutus Jeffrey Gerrish selaku Deputi Kantor Perwakilan Dagang AS. 

Melansir Global Times selaku media yang dikontrol oleh Partai Komunis China, ditunjuknya Liao Min untuk memimpin delegasi China dipandang oleh para analis dapat membawa angin segar bagi hubungan dagang AS-China.


Untuk diketahui, delegasi China dalam perbincangan guna mempersiapkan negosiasi tingkat tinggi dengan AS sebelumnya dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen.

Sebelumnya pada hari Rabu (18/9/2019), Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa AS dan China dapat meneken kesepakatan dagang dalam waktu dekat. Pernyataan dari Trump tersebut lantas melengkapi pernyataan serupa sehari sebelumnya kala dirinya mengungkapkan optimisme bahwa AS dan China akan segera bisa meneken kesepakatan dagang.

Trump mengatakan di hadapan reporter bahwa China telah membeli produk-produk pertanian asal AS dalam jumlah yang besar, sebelum kemudian mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China bisa diteken sebelum gelaran pemilihan presiden (Pilpres) di AS pada tahun 2020 atau sehari setelahnya.

Asa damai dagang AS-China sukses membawa bursa saham Asia bangkit pasca kemarin sudah diterpa tekanan jual. Pada perdagangan kemarin, aksi jual di bursa saham Asia dipicu oleh hasil pertemuan The Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS.

Dini hari kemarin waktu Indonesia, The Fed mengumumkan pemangkasan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps ke rentang 1,75%-2%, menandai pemangkasan kedua di tahun ini pasca sebelumnya The Fed juga mengeksekusi pemangkasan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada bulan Juli.

Melansir CNBC International, The Fed memangkas tingkat suku bunga acuan dengan dasar adanya dampak negatif dari perkembangan ekonomi dunia bagi prospek perekonomian AS, serta rendahnya tekanan inflasi.

Adalah nada hawkish yang dilontarkan oleh Jerome Powell selaku Gubernur The Fed pada saat konferensi pers yang membuat pelaku pasar kecewa. Nada hawkish tersebut menepis ekspektasi pelaku pasar bahwa masih akan ada pemangkasan tingkat suku bunga acuan lagi hingga akhir tahun.


Walau menyebut bahwa pihaknya akan melakukan hal yang diperlukan guna mempertahankan ekspansi ekonomi, Powell menilai pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada bulan Juli dan kemarin sebagai "penyesuaian di pertengahan siklus/midcycle adjustment" dan bukan merupakan strategi untuk mendorong tingkat suku bunga acuan lebih rendah lagi.

Pernyataan tersebut lantas menegaskan komentar Powell di bulan Juli bahwa The Fed tidaklah sedang memulai era panjang pemangkasan tingkat suku bunga acuan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading