Walau Bunga Cuma 7,2%, Kemenkeu Pede SBR Tetap Laris

Investment - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
05 September 2019 14:43
Walau Bunga Cuma 7,2%, Kemenkeu Pede SBR Tetap Laris Foto: Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting dalam acara Grand Launching Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 "Saving in Style, Secantik Batik "(CNBC Indonesia/Lidya Julita S)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan kembali menyasar kaum ibu-ibu untuk ikut dalam pembiayaan defisit anggaran. Kali ini, Kemenkeu menargetkan Rp 2 triliun dari instrumen investasi Surat Utang Negara (SUN) ritel secara online (e-SBN).

Namun, kali ini tingkat kupon yang ditawarkan minimal mengambang sebesar 7,2%. Tingkat kupon ini lebih rendah dari ST005 sebesar 7,4% yang diterbitkan bulan lalu.

Meski kupon lebih rendah, namun Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman meyakini SBR008 bakal tetap laris dan diserbu oleh masyarakat.


"Kita lihat bagusnya bond kita ini adalah ada marketnya. Kita lihat di secondary market. Kita juga kerja sama dengan mitra distribusi, melihat komitmen dari mereka. Kita lihat trend seperti apa, ada formulanya," ujar Luky di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, penerbitan kupon sebesar 7,20% untuk SBR008 ini melalui mekanisme penghitungan. Ini sejalan dengan penurunan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin (bps) di Agustus lalu.

"Kenapa bulan lalu sukuk tabungan 7,4%, BI Rate baru turun 25 bps. Kita juga melihat sukuk tabungan cost of fund akan turun, makanya turun jadi 7,2%. Tapi tetap sama, floating with floor," jelasnya.

"Kalau seandainya kita gunakan BI sebagai acuan, BI rate turun, ada floor 7,2%. Tapi seandainya BI rate naik, kita sesuaikan. Harapannya, dengan skema gini, akan sangat menarik bagi para investor," kata dia.

Instrumen investasi ini juga bisa dibeli minimum pemesanan Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar, mulai hari ini pukul 09.00 WIB hingga 19 September 2019 pukul 10.00 WIB.

Proses pemesanan bisa dilakukan secara online di aplikasi yang disediakan Mitra Distribusi melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi. Dimana pada masa penawaran ini terdapat 22 Mitra Distribusi yang terdiri dari 13 Bank, 4 Perusahaan Efek, 3 Perusahaan Efek Khusus (APERD Fintech), dan 2 Perusahaan Fintech Peer-to-Peer Lending.

Pemerintah juga telah menambah tiga kanal pembayaran baru yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai lembaga persepsi yakni Bukalapak, Tokopedia dan Finnet. Dengan penambahan ini, total bank/pos/lembaga persepsi yang dapat melayani pembayaran pembelian SBR menjadi 86 perusahaan.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading