Hai Milenial! Selain Niat, Siapkan Dana Haji dari Sekarang

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
16 May 2019 17:09
Hai Milenial! Selain Niat, Siapkan Dana Haji dari Sekarang
Jakarta, CNBC Indonesia - "Tidak boleh mengadakan perjalanan/safar kecuali menuju ke ketiga masjid: Masjid al Haram, masjid ar Rasul shallallahu alaihi wasallam, dan masjid al Aqsha." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ahmad Gozali, Perencana Keuangan Independen dari Zelts Consulting, menilai hadits tersebut mengingatkan sebagai seorang muslim, apalagi yang merasa masih cukup muda, maka sebaiknya memiliki tujuan jalan-jalan untuk berhaji dulu, baru berpelesir ke tempat lain.

"Apalagi untuk jalan-jalan ke luar negeri, maka sebaiknya sebelum bisa jalan-jalan ke negara lain maka sebaiknya berhaji dulu, atau minimal menabung untuk haji dulu," ujar Ahmad di Studio CNBC TV setelah acara Investime.

Untuk mewujudkan niat mulia tersebut, Ahmad mengatakan jalannya banyak untuk bisa mengumpulkan uang muka haji Rp 25 juta dari total biaya haji reguler US$ 2.675 (setara Rp 37,8 juta) per orang, untuk tahun ini saja.


Total biaya haji reguler tersebut memiliki istilah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler yang jumlahnya harus disesuaikan dengan asal embarkasi (titik pemberangkatan) jemaah.

Uang muka Rp 25 juta merupakan syarat yang ditentukan Kementerian Agama agar calon haji dapat didaftarkan ke Kemenag dan mendapatkan nomor pemberangkatan (nomor porsi) haji reguler melalui pengisian Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).

Untuk berhaji melalui jalur reguler, bukan jalur Tabungan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus atau program swasta lain yang premium, waktu tunggu bisa berkisar antara 7 tahun-39 tahun dengan median 16 tahun karena sangat tergantung embarkasihnya.

Lalu, untuk mengumpulkan dana syariah tersebut, Ahmad memuka seluruh peluang sehingga calon haji dapat memanfaatkan beberapa cara.

Cara pertama, tuturnya, adalah dengan menabung di tabungan syariah, lalu ada sukuk negara, atau reksa dana saham syariah.

Guna mengumpulkan dana awal Rp 25 juta tersebut, tutur Ahmad, sebenarnya bukanlah sebuah hal yang mustahil.

Dia mengatakan Rp 25 juta dalam 5 tahun artinya Rp 5 juta per tahun dan Rp 416.666 per bulan, yang tidak terlalu sulit, ditambah dengan bagi hasil dari investasi tergantung produknya.

Namun, lanjutnya, untuk memaksimalkan perjalanan haji yang istimewa tersebut, seharusnya tabungan yang dikumpulkan setelah mendapatkan SPPH harusnya lebih tinggi lagi, sehingga tidak hanya dapat menikmati layanan reguler tetapi dapat naik kelas ke layanan yang lebih premium.

"Apalagi kalau bisa sampai ke layanan yang nilainya US$ 10.000 per orang, tentu akan sangat istimewa perjalanannya, apalagi bisa bersama keluarga."

Untuk segera mewujudkan haji, Ahmad mengatakan banyak langkah kecil yang bisa mulai dilakukan kita, bahkan yang baru berangan-angan saja.

Pertama, membuat passpor. Pembuatan passpor, tutur Ahmad, memang kadang dinilai remeh tetapi jika diniatkan maka tidak tertutup kemungkinan untuk segera berangkat ke Tanah Suci.

Kedua, membuka tabungan ONH. Untuk membuka rekening khusus tersebut, hampir seluruh bank syariah sudah memiliki fasilitas ini sehingga prosesnya lebih mudah.

Ketiga, mulai menggenjot tabungan dan investasi guna memenuhi keperluan haji.

Terakhir, dia mengingatkan untuk tetap berusaha mengumpulkan uang sambil tetap berdoa supaya diberi kesempatan pergi haji dan bertakbir sambil tawaf di seputaran Ka'bah.

"Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik."

Tips Segera Berhaji:
  1. Buat passpor.
  2. Membuka tabungan ONH.
  3. Menggenjot tabungan dan investasi.
  4. Semakin giat berdoa agar diberi kesempatan berhaji.

TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading