IHSG Anjlok, Investor Disarankan Cicil Investasi

Investment - Irvin Avriano, CNBC Indonesia
14 August 2018 - 21:02
IHSG Anjlok, Investor Disarankan Cicil Investasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor jangka panjang masih disarankan masuk ke pasar saham ketika pasar saham sedang terkoreksi seperti sekarang, tetapi dengan cara mencicil ketika koreksi terjadi.
 
"Untuk investor jangka panjang seperti tiga atau lima tahun tentunya tidak perlu khawatir untuk masuk ke pasar yang lebih berisiko seperti saham, karena niat investasinya lebih panjang" ujar Ari Adil, pendiri PT Jagartha Penasihat Investasi, hari ini (14/8/18).

Dia mengatakan untuk investor yang horizon investasinya panjang tentu tidak khawatir dengan kondisi sekarang, terlebih jika cara masuknya ke pasar dengan mencicil. Ari mencontohkan bagi investor yang memiliki dana Rp 10 juta, maka dapat dialokasikan Rp 1 juta untuk setiap kali koreksi pasar saham terjadi.
 
Investasi di pasar saham dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, tidak hanya dengan membeli saham secara langsung. Cara lain adalah dengan membeli reksa dana saham, reksa dana indeks, atau reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF).
 
Cara seperti itu sebelumnya biasa disebut dengan istilah membeli kembali di harga bawah untuk menurunkan potensi kerugian (average down), atau jika dilakukan berkala tanpa melihat momentum maka biasa dinamakan cicilan pasti (installment).
 
Dengan cara demikian, lanjutnya, maka portofolio investasi investor tersebut akan menghijau setiap kali ada penguatan di pasar saham, dan justru akan menunggu pasar terkoreksi lagi sewaktu-waktu untuk menambah investasinya dan juga semangatnya.
 
Di sisi lain, untuk investor jangka pendek, maka dia menyarankan di tengah koreksi pasar modal domestik dan global seperti sekarang ini untuk masuk instrumen pasar uang, salah satunya reksa dana pasar uang, untuk menjaga kondisi portofolionya tidak terlalu memerah.
 
Reksa dana pasar uang adalah produk investasi ritel yang portofolionya berisikan tabungan, deposito, dan instrumen pasar uang lain, termasuk obligasi berumur di bawah 1 tahun.
 
Risiko yang dimiliki RDPU juga lebih rendah dibanding reksa dana jenis lain karena isi portofolionya tersebut, terutama karena tabungan-deposito bank dijamin Lembaga Penjamin Simpanan, serta tenor obligasi yang di bawah 1 tahun (risiko gagal bayar lebih kecil dibanding obligasi tenor lebih panjang).
 
 
TIM RISET CNBC INDONESIA




(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading